Tahun 2070 (Fiction)
Summary : Aku mengalami kejadian yang aneh di tahun 2010. Saat itu, entah bagaimana caranya tubuhku tersedot ke dimensi lain hingga akhirnya aku tiba di sebuah dunia bertahun 2070. Keadaan saat itu, begitu mengerikan… sebuah fic demi kesadaran atas bumi yang semakin menua ini.
One little thing, can change this world…
….
…
Tahun 2070
Desclaimer Masashi Kishimoto
Rate K
I dunno, should I put this into Tragedy or another genre? You decide it XD
The Real things that possibly happen in the future, this is no joke guys so I really need your attention to read this Fiction carefully
…
….
Presented by Fujisaki Fuun
Sebuah Fic demi kesadaran, diangkat dari sebuah Video slide
ENJOY IT!
-oOo-
Konoha Central September 30th 2010
“Naruto! mandinya cepetaan! Jangan buang-buang air!” pagi-pagi suara bak monster sudah menghiasi kehidupan keluarga Uzumaki di tengah hiruk pikuknya dunia yang berputar bersamaan di setiap belahannya.
“Iya, iya,” yang diteriaki cuman merespon malas, sedang sibuk mengguyur tubuhnya dengan shower yang begitu menyegarkan.
“NARUTO!” Kushina kesal karena anaknya yang satu ini tidak mau mendengarkan omongannya. Lantas ia mendobrak pintu kamar mandi dengan spontan dan adegan seperti ini tidak perlu dijelaskan secara detail.
“Ugyaaaa! Kaa-san mesumm!” Naruto langsung membalut tubuh machonya dengan selembar handuk tebal bergambar semangkuk ramen.
“Kaa-san kebelet, kamu kok tega banget sih mandi lama-lama! Ugh! Udah! Sana KELUAR KAU!” tanpa tangis darah, sang mama menendang bokong Naruto dan membuat anaknya terpental keluar.
DAK!
Pintu kamar mandi di banting Kushina keras-keras. Naruto setengah kesal gara-gara acara mandi segarnya di ganggu namun setengah geli melihat tingkah dan ekspresi kaa-san nya yang menahan ‘sesuatu’
Dining Room, 06.24 AM
Keluarga Uzumaki seluruhnya tengah sibuk menyantap sarapannya masing-masing. Tak terkecuali Naruto yang dengan biadabnya menghunuskan ke 32 giginya kepada dua tumpuk roti lembaran isi tuna tanpa henti dan berkesan cepat.
“Naruto makannya pelan-pelan,” ucap Tou-san yang cuman bisa tersenyum melihat semangat anaknya.
“Aku laparrr…” jawabnya yang masih sibuk mengunyah.
“Kau lupa minum air putihnya Naruto!” kali ini ibunya yang bersuara, ketika melihat anaknya yang hendak berlari keluar dari ruang makan.
“Hhh,” ia mendengus malas, seteguk air telah diminumnya dengan ogah-ogahan, “Sudah tuh.. aku berangkat dulu!” tanpa berpaling lagi, Naruto berlari keluar rumahnya, “NARUTO! Hooi! Airnya dihabiskan dong!” Kaa-san nya masih mengejar Naruto dengan suaranya. Namun anak SMP berambut kuning itu malah tak peduli dan berpura-pura tidak dengar.
“Dasar… dia itu susah sekali sih dibilangin!” Kushina berkacak pinggang
“Sudahlah Kushina…” Minato sang suami hanya bisa menenangkan istrinya, “Baiklah, aku juga berangkat ya,” sebuah kecupan mendarat mulus di bibir Kushina. Dan Minato pergi bekerja setelah mengacak-acak rambut istrinya.
“Minato..!” dengan wajah setengah merona, Kushina menyaksikan bayang-bayang suaminya yang menghilang perlahan. Keluarga Uzumaki mempunyai asumsi bahwa mengacak-acak rambut seseorang berarti kita menyayanginya.
Konoha Jr. High School 07.00 AM
“Hoi, Shika! Udah buat PR belom?” cowok berambut kuning yang memiliki nama Uzumaki Naruto ini menggebrak meja tempat sahabatnya Shikamaru tertidur pulas di pagi ini.
“Nggg… kau membangunkanku hanya untuk menanyakan sebuah PR? Tau ah!” Shikamaru ngambek
“Ayolaaaah…! Aku nggak pintar di Biologi! Plisss… Plisss,” Naruto sembah sujud, jungkat-jungkit, ber Puppy-Kitty eyes hingga akhirnya Shikamaru membiarkannya meng-copy sedikit tulisan karyanya di Notebook
“The Important Things to bring a Happiness Future”
Naruto membuka program Ms. Word milik Shikamaru dan mengscroll mouse nya sampai ke bagian paling bawah. Setelah meng-copy nya, ia menyempatkan diri untuk membaca tugas kopiannya agar nanti ia bisa merenovasi bahasa di tulisan tersebut dan nggak disuruh nulis ulang lagi oleh Kakashi sensei jika ketauan nyontek.
Setetes Air yang membawa perubahan akan dunia yang sehat
Bab 1
Pentingnya air di dalam kehidupan.
….
….
….
….
Note : Surat dari sahabat di tahun 2070
Di bagian angka ’2070′ membuat Naruto sedikit penasaran dan tertarik untuk terus membacanya sampai bagian akhir. Namun baru membaca satu kalimat saja, tiba-tiba notebook miliknya mengeluarkan cahaya yang kemilau hingga membuatnya tersedot ke dalam layar.
“Ap–” belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Naruto sudah dibawa ke sebuah Dunia yang jauh berbeda dari tempat yang sebelum ini di huni olehnya.
Gersang, tandus, udara yang menyesakkan, tempat mengerikan dimana tidak ada sehelai daun pun yang bergantung di ranting-ranting pohon.
“Di planet mana aku terdampar? Rasanya tadi aku ada di kelas,” ia menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya sama sekali tidak gatal.
Di saat kebingungan sedang melanda, tiba-tiba saja seorang pria bermata berlian hitam melintas di depan matanya. Mata Naruto terbelalak melihat penampilan pria itu. berpakaian polos, lusuh, wajahnya pucat, dan kulit putih yang seharusnya bersinar itu malah kelihatan pecah-pecah dan terlihat mengerikan dengan koreng-koreng yang tertanam di betis sebelah kirinya. Dengan nekat, Naruto menghampirinya,
“Maaf, pak… ini dimana?”
“Kau..” pria itu memandangi Naruto. penampilan yang begitu sehat, bugar, rambut berkilau, kulit halus,
“Begitu mengherankan, di dunia seperti ini masih ada manusia yang terlihat sehat sepertimu,” ceplos pria itu.
“Mak-maksud anda? Memangnya ini dimana?” tanya Naruto nggak ngerti.
“Ini di Konoha Central. Tolong panggil saja aku, Sasuke… umur ku masih 12 tahun,” ucapan bocah bernama Sasuke itu membuat Naruto melonjak kaget.
“APA! dua belas– Eeeehhh! Ko-Konoha? Mustahil! Konoha-Central itu rimbun, hijau, dan yang pasti nggak tandus dan bau seperti tempat ini!”
“Kau pasti habis terbangun dari mimpimu, dunia seperti apa sih yang kau khayalkan? Rimbun? Memangnya tempat seperti ini bisa rimbun dengan apa?” perkataan Sasuke membuat Naruto nggak habis pikir, seolah Sasuke seperti tidak pernah melihat pohon dan daun.
“Dan eh, kau pindahan dari mana? Mau ku tuntun keliling Konoha central?” tawaran bocah itu di ‘iya’ kan oleh Naruto. sebenarnya ia masih berpikir bahwa cowok yang baru saja dikenalnya yakni, Sasuke kini sedang bercanda dan mengatakan bahwa tempat itu adalah Konoha Central. Bisa saja cowok di depannya saat ini sedang mengerjainya dan berlatih akting sebagai seorang gembel botak yang menggiring Naruto ke tempat-tempat yang sudah di setting semenyedihkan mungkin. Tapi, satu pertanyaan terlintas di dada Naruto. UNTUK APA SASUKE MELAKUKAN SEMUA ITU? Masih dalam tanda tanya yang besar Naruto menyusuri perkotaan di hari itu sedikit demi sedikit.
“Di kota ini… banyak gudang?” tanyanya heran.
“Kau sebut restoran di sini gudang!” teriak Sasuke heran, Naruto cuman semakin kaget. bagaimana kalau pada akhirnya ia akan terjebak di dunia gila ini dan tak dapat kembali?
“Re-restoran?”
“Ya… disini kami memakan makanan sintestis dan meminum segelas air sehari. Kalau lagi beruntung, kami dapat meminum air satu setengah gelas sehari,” penjelasan Sasuke semakin terlihat menyedihkan di mata Naruto.
“Apa? Kok? Kok? Lautan begitu luas. Dua per tiga bumi terdiri dari air, bagaimana mungkin kau cuman minum segelas air sehari?”
“Yah, ayahku pernah bilang hal seperti itu. dan dia bilang Bumi tampak begitu ketika umurnya masih belasan bahkan satuan tahun,” sekarang Naruto sedikit paham, tapi tidak mengurangi bahkan semakin menambah rasa kaget plus takutnya,
“Kau… pasti bercanda?”
“Apa gunanya aku membohongimu? Dunia terlihat indah ketika usianya masih di bawah 2040 tahun,”
“Hah? Kau bilang di bawah tahun 2050! Memangnya sekarang tahun berapa!”
“2070,” jantung Naruto berdegup kencang. 2070? 2070 seperti apa yang tertulis di PR Shikamaru.
“Sekarang k-kan tahun 2010!”
“2010? Hmm.. saat itu umur kakekku masih sangat-sangat muda. Beruntung sekali kakek, yang bisa merasakan kehidupan yang menyenangkan. Dan berdiri di atas bumi yang indah,”
“Mus-mustahil!”
“Aku serius Naruto…” pancaran mata cowok di depannya itu kini membuatnya benar-benar takut.
“A–apa yang sebenarnya telah terjadi di tahun 2070?”
Sasuke menunjuk ke arah kerumunan pekerja bangunan di depan mereka.
“Kau lihat itu? mereka bekerja mati-matian demi mendapatkan apa? Apa kau bisa menebak berapa gaji mereka?”
“Te-tentu saja uang k-kan? 700.000 ryo kah?” alis Sasuke terangkat sebelah,
“Kau gila? Air! Di dunia ini, seluruh pekerja di gaji dengan segelas air putih,”
“HAAHH! K-k-kok? Kok? Kalian mau dibayar dengan segelas air murahan?”
“Murahan? Dasar kau ini… air adalah barang langka yang bahkan harganya sangat mahal melebihi emas dan permata,”
“Kalau begitu, coba jelaskan! Bagaimana cara kalian mencuci pakaian, mandi, dan melakukan kegiatan lain yang menggunakan air!” masih dengan nyali nekat, Naruto memaksa dirinya untuk terus berpikir bahwa saat ini ia sedang bermimpi.
“Oke, kami tidak mencuci baju. Setelah dipakai baju langsung di buang. Aku tahu ini hanya akan menambah jumlah sampah, tapi mau bagaimana lagi? kami mandi dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral. Dan alasan mengapa seratus persen orang-orang disini botak adalah karena tidak ada air, maka kami mencukur habis rambut kami untuk membersihkan kepala. Jika ingin buang air, kami menggunakan septic tank layaknya seperti jaman dahulu. Air bagaikan kisah dongeng di mata anak-anak sepertiku,” penjelasan Sasuke terdengar ironis.
“Tidak masuk akal! Bagaimana mungkin kalian bisa hidup di tempat seperti ini?”
Sasuke tidak menjawab pertanyaan Naruto. ia mengajak Naruto ke sebuah tempat di mana terdapat beberapa bendera kuning yang terikat manis di palang-palang besi dekat sebuah rumah yang terlihat seperti gubuk bahkan kandang.
“Sepupuku baru saja meninggal karena infeksi saluran pencernaan. Kemarin, temanku Gaara yang meninggal karena saluran kencingnya juga terinfeksi, tidak akan hidup lama orang-orang yang tinggal di bumi ini, aku tahu itu. karena ayahku Fugaku, adalah manusia dengan umur terpanjang yang bisa hidup di bumi ini, kau bisa tebak berapa umurnya?”
“85.. tahun?”
“Humm… itu jika kau melihatnya secara fisik. Sebenarnya ayahku berumur 50 tahun Naruto,”
“Hah?”
“Setiap hari, di Konoha central selalu saja ada yang meninggal. Ini baru di satu kota, bagaimana di dalam satu negara? dan berapa banyak orang yang meninggal setiap hari di bumi ini?” Naruto hanya menelan ludah.
“Ayo ikut aku,” kali ini Sasuke membawanya pergi dari rumahnya. Naruto di giring ke sebuah tempat yang terlihat bagaikan penjara raksasa yang menjijikan sekaligus mengerikan.
“Tempat A-apa ini?” tanyanya yang masih sibuk memperhatikan ke sekeliling bangunan besar yang terdiri dari besi-besi berkarat itu.
“Ini adalah penjara, bagi siapa saja yang tidak dapat membayar pajak atas udara yang kami hirup. Pemerintah sudah menetapkan peraturan itu sejak aku lahir. Ya, meskipun tempat ini menyediakan oksigen dengan paru-paru mekanik bertenaga surya, tetap saja oksigen yang dihasilkannya berkualitas buruk, biarpun kami masih dapat bernapas di dalamnya,” ia memberi jeda pada kalimatnya, “2 hari yang lalu temanku Sakura di masukkan kedalam kawasan ventilasi tersebut. Ini semua gara-gara ia di berhentikan dari pekerjaannya. Jadi, ia tidak bisa membayar pajak atas udara yang dihirupnya. Aku turut kasihan kepadanya,” bahkan, untuk seorang anak kecil sudah diharuskan bekerja demi mendapatkan penghasilan untuk membayar kebutuhannya dengan air-air yang bagaikan uang saat itu.
“Gila! Kenapa dunia ini begitu menyebalkan! Arrgh!” Naruto ngamuk dengan kesalnya.
“Tidak ada gunanya menggerutu, hidup ini memang sudah begini adanya. Mau bagaimana lagi?” Sasuke menatap Naruto dengan pandangan kosong, seperti orang yang putus asa. Ia mendongak ke arah langit dan berkata,
“Sepertinya akan hujan, ayo kita berteduh di rumah temanku Lee,” Sasuke dan Naruto berteduh di bawah atap dari sebuah rumah kecil milik sahabatnya Lee, cowok yang berfisik tidak kalah menyedihkannya dengan Sasuke.
“Kenapa harus berteduh? Kalian butuh air kan? Hujan akan datang, seharusnya kalian senang?” Sasuke dan Lee saling pandang ketika mendengar omongan Naruto.
“Hmm.. kau akan tahu alasannya nanti,”
Tak beberapa lama kemudian hujan turun deras. Namun, airnya terlihat berbeda dengan air hujan yang biasanya Naruto lihat,
“Itu air hujan.. asam,” ucap Lee lemas.
Naruto jatuh terduduk di rumah Lee seketika, di saat hujan asam jatuh membasahi bumi ini.
“Seandainya saja jika aku bisa mengingatkan orang-orang pada jaman dahulu, pasti hal ini tidak akan terjadi…” dari balik tirai lusuh di rumah Lee munculah sesosok pria berumur 34 tahun yang diketahui sebagai ayah dari lee, yakni pak Guy.
“Semua efek dan dampak yang luarbiasa buruk ini terjadi hanya karena satu masalah, Air. Jika saja orang tidak membuang-buang air. Jika saja kami yang dulu lebih menghargai air. Dan, jika saja dulu air sungai, danau dan laut dijaga agar tidak tercemar, pasti… kehidupan kami yang sekarang tidak akan seperti ini,” tetes demi tetes air mata mulai membasahi pelupuk matanya hingga tak terbendung lagi, “Aku sangat menyesali hal ini….. aku.. sangat me-menyesalinya,”
‘Ini… bukan mimpi,’
“Tapi… bagaimana mungkin, air yang begitu berlimpah bisa habis. Lautan menjadi kering, hingga membuat air menjadi barang mahal seperti sekarang ini….?”
“Tidak ada hal yang tidak dapat terjadi Naruto. dari tadi, kenapa kau bertanya seolah-olah kau bukan dari dunia ini? Apa… kau tinggal di planet lain?” tanya Sasuke penasaran
“Kau alien?” kali ini Lee yang angkat suara.
“Bu-bukan bodoh…! Aku memang tidak berasal dari jaman kalian! Entah kenapa aku seperti tersedot oleh mesin waktu dan kini berada di dunia ini! Aku hidup di tahun 2010,”
“Hah? 2010?” ketiga orang (Sasuke, Lee dan pak Guy) terheran-heran mendengarnya.
“Ya… entah kenapa sekarang aku ada di tempat ini, dan tidak tahu harus bagaimana untuk kembali ke dunia asalku. Kalau saja aku kembali, aku bisa memberitahu orang-orang di jamanku agar mereka lebih menghargai air,”
Tanpa sadar, air mata ikut jatuh ke pipi mulus Naruto.
“A-aku.. bagaimana ini jika aku tidak bisa pulang…? Huwaaaa!” Naruto mulai menangis. Ketakutannya berubah jadi jerit tangis.
“Sudahlah Naruto.. Kalau begitu, sebaiknya kau tidur di sini malam ini. bahaya jika di luar,” ucap Lee yang mencoba untuk menenangkannya. Tapi jujur saja, hal itu sama sekali tidak menggeser angka kekhawatiran Naruto satu persen pun.
‘Kenapa aku tidak kembali ke tempatku semula?’
“Nak?” kali ini Guy yang bersuara,
‘Bagaimana ini?’
“Naruto?” suara Sasuke akhirnya menyadarkan Naruto dari lamunan,
“Y-ya?”
“Hari ini kau tidur di sini Naruto. dan Pak Guy, Lee… aku pamit pulang,” ucap Sasuke yang kemudian pergi menjauh, perlahan, dengan tubuhnya yang sempoyongan.
Naruto menghabiskan malamnya di rumah yang begitu usang, kotor, berdebu… begitu bau, dan begitu tidak layak sebenarnya untuk sebuah tempat tinggal. Ia tidak bisa tidur, dalam sebuah tikar yang hanya di lapisi oleh kain usang, Naruto terus saja menangis. Ia tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk keluar dari dunia yang sudah rusak ini.
Pagi telah menjelang, dan berita duka telah tersebar di hari itu juga.
“Na-Naruto.. Sasuke telah,”
ya, Uchiha Sasuke, telah meninggal di karenakan kulitnya yang terinfeksi. Mayatnya busuk, dengan koreng yang semakin meluas ke permukaan kulitnya. Hal ini membuat bocah berambut pirang itu menangisi kepergian temannya itu. Di umur yang masih dua belas tahun, Sasuke harus meninggal dengan mirisnya.
(Naruto POV)
‘Sasuke benar, dunia ini tak lama lagi akan punah’
Aku memejamkan mataku, dan tertunduk sambil memanjatkan doa. Mengekspresikan betapa berdukanya aku melihat Sasuke yang meninggal karena penyakit seperti itu. jika saja ia hidup di jamanku, aku yakin seratus persen, pemuda itu akan menjadi model yang cukup laris.
Aku…
Aku menyesal telah membuang-buang air saat mandi…
Aku, Tidak menghargai air…
Padahal di jaman ini, air begitu berharga..
Aku benar-benar menyesal…
Maafkan aku tuhan, tolong jangan membuat bumi ini terlihat begitu menyedihkan…
Aku masih ingin melihat masa depan yang gemilang, dengan tawa dan canda yang menghiasi hari-hari tua ku…
Aku juga masih ingin merasakan kehidupan,
dimana udara dapat kuhirup sepuasnya,
lahan yang subur ditanami beratus juta bunga dan pepohonan…
Dunia yang subur, yang hijau… terlihat segar di pandang mata…
Aku mau melihatnya, untuk seterusnya sampai keturunannya keturunanku…
Untuk seluruh manusia di muka bumi.. aku ingin kebahagiaan itu Tuhan…
(End of Naruto POV)
Naruto membuka matanya yang sempat ia pejamkan atas duka citanya terhadap Sasuke. Namun, ketika itu, pemandangan sekitarnya terlihat tidak asing lagi. tubuhnya sedang tergeletak dan terlelap tidur diatas meja sekolahnya. Saat sadar, spontan senyumnya mengembang lebar,
“Aku kembaliii! Yeeeyyy! Aku KEMBALI ke tahun 2010!” teriaknya girang,
“NARUTO BERISIK AH! Pagi-pagi sudah teriak-teriakan!” Shikamaru menutup kupingnya rapat-rapat, namun cengiran Naruto terpampang semakin melebar.
“Hehehe… kau pasti tidak akan percaya terhadap mimpi yang baru saja ku alami… begitu mengerikan dan terasa nyata..!” ia masih dalam wajah senyumnya, “Sudah kuputuskan akan berbuat apa untuk dunia ini…”
“Hah?” Shikamaru cengok mendengar suara Naruto yang terlihat sangat-sangat tidak biasa, “Kau ngomong apa?” tanyanya sekali lagi meyakinkan.
“Shikamaru! Bikin Eskul Go Green yuk! Eskul untuk menjaga bumi ini lhooo! Yaaa! Yaaak? Buat yaakkk! Ketua OSIS yang baik hati dan rajin menabung, boleh yak?” Naruto mohon-mohon dengan gaya khasnya.
“Hahhh… entah setan apa yang sedang merasuki tubuhmu.. tapi kau harus buat proposal dulu untuk mengajukan sebuah eskul. Yaah, kutunggu proposalnya,”
“HOREEEE~!” setelah kejadian itu, sikap Naruto mulai berubah. Ia tidak lagi membuang-buang air, tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencemari air, dan menghargai air. Eskul yang di ajukan oleh Naruto mendapatkan respon dan tanggapan yang cukup bagus dari pihak guru.
Konoha central, October 28th 2055
Naruto tumbuh menjadi orang tua, dan kehidupannya saat itu seratus delapan puluh derajat berbeda dengan kejadian yang entah mimpi entah sungguhan itu, yang dialami oleh Naruto 40 tahun silam.
“Tou-san nulis apa?” tanya seorang bocah berumur 16 tahun kepada Naruto.
“Ah, ini..” Naruto mengulurkan sebuah surat kepada anaknya, “Mungkin kau akan menganggap ayahmu ini gila, tapi.. kalau nanti kau bertemu dengan seorang bocah bernama Uchiha Sasuke, tolong berikan ini kepadanya ya… ayah mohon, karena ayah tidak mungkin bisa menemuinya,”
“Aku tidak akan menganggap ayah gila… tapi kenapa ayah tidak bisa menemuinya?”
“Hmm.. kau akan tahu nanti, jangan sampai lupa ya!”
“Yaah, Kadang kala, hal seperti ini justru membuatku penasaran… hehe, tapi baiklaaah! Uchiha Sasuke yaa,” ucap bocah berambut kuning dengan cengiran khas milik ayahnya itu.
“Oh iya, tunggu dulu! Kalau nama ayahnya Fugaku, orang itulah Sasuke yang ayah maksud,”
“Okeee! Sip,”
….
…..
….
…..
Several years later,
“Apa? Dari tadi kau mengikutiku?” seorang pria berambut kuning terlihat membuntuti seorang murid SMP berseragam. Ia tengah sibuk memperhatikan papan nama di seragam anak itu, hingga akhirnya berniat membuntutinya sampai sini,
“Ah tidak… apa ayahmu bernama Fugaku?”
“Ya, kau siapa? Teman sekantor ayahku?”
“Bukan.. aku hanya ingin menyerahkan ini. ayahku punya surat untukmu Sasuke..”
“Hah? Kau bahkan terlihat seperti om-om.. bagaimana mungkin ayahmu mengenalku?”
“Entahlah… mungkin dari mimpinya, sudah ya! sampai jumpa!”
(Sasuke POV)
Pria itu melambai dan tersenyum kearahku. Aku tidak tahu siapa om-om berambut kuning itu. tiba-tiba saja ia memberiku surat. Aneh. Om-om yang aneh. Ketika aku membukanya, aku menemukan sebuah maksud tersendiri di dalam surat itu. yang intinya, kami para penerus bumi ini harus menjaga dan melestarikan alam dengan sebaik mungkin agar kelak generasi yang selanjutnya bisa merasakan keindahan Bumi…
Untuk Sahabat di tahun 2070, Uchiha Sasuke (12 tahun)
-OoO-
Dari Sahabat di Tahun 2010, Uzumaki Naruto (12tahun)
Jujur saja, surat itu membuatku bergidik ngeri. Bagaimana mungkin, orang yang berumur 12 tahun di tahun 2010 bisa mengenal bocah berumur 12 tahun pada tahun 2070 sepertiku? Aneh…
FIN~
A/N : Yosh! Selesaaaiii! What do you think? Well, kalo mau liat surat macam apa yang menginspirasi saya, kalian bisa liat di halaman profile saya yang suratnya udah saya copas ke situ *sedang belajar menggunakan kata ‘Saya’ LOL* tulisan di surat itu lebih menyedihkan daripada apa yang saya tulis di fic ini.
One More Time,
Thanks For Reading XD
…
dan Maaf jika fic ini mengandung sebuah atau banyak kesalahan
-oOo-
Percakapan anak dan Ayah yang akhirnya dibatalkan :
“Tapi ayah, Sasuke itu orangnya bagaimana?”
“Gimana yaa? Kulitnya putih, dia tinggi untuk seukuran bocah.. hmm.. bola matanya bagus,”
“Keren gak yah?”
“Keren kok, kayak ayah.. hehehe…”
“Hoeek.. berarti yang namanya Sasuke buruk rupa, haha!”
“Kurang ajar kamu jadi anak! Kukutuk kamu jadi Batu(k)!”
“Uhuk Uhuk! Uhuk!
“Waah.. manjur!”
“curang, maennya sumpah-sumpahan!”
“Hehehe..”
-oOo-
With Love
~Fujisaki Fuun~
Handicraft
Hello Again xDD
This is Fuun with another creation LOL. I know this is not good as usual, but, since I join in Rohis, I learn to make something. well, is kind of Handicraft made with Flannel.
well, this is Hmm.. I don’t know what should I say in English but, this is for keeping your mobile phone. XDD *Sorry, I don’t know how to talk in english clearly*
Sorry for dirty Floor XPP well, I think it’s too plain *Wha the?* Hmm.. I mean, I need more decoration, so I change it a bit, like this :
what do you think? better or worse?
Um, I think those all for today…
See yaa XDD
I LOVE KONOHA!!! Konoha Mobile glove is Rock! *is it right to call that Mobile glove? LOL*
My Sketch
Hi ho! Nee-san! *Hey, when I become ur sister?*
Hohohoho! okay, okay Blog.. sorry xDD (the craziest girl, talkin’ with her blog xPP)
it doesn’t cool but, I hope it’s fine enough for ur eyes
Lady X
A Girl in the sorrow
Cabacula Night
Title : Inilah mengapa aku benci Clubbing
Warning : OOC nggak NAHAAAN (Spoiler : salah satu Akatsuki member dinistakan), Gaje Polll, Superr KONYOL, Fuun’s Insanity is BACK!
Genre : Humor
Rated : T
(Naruto’s POV)
“Nar, hari ini anak-anak pada mau party, ikut yok!” teriak Kiba heboh dengan seTon kalimat super alaynya yang membujukku supaya ikut. Mereka tahu, aku benci ke Clubbing.
“Udah milyaran kali gue bilang, NGGAK! Sampe kapan lu mau nabungin suara gua? Lu mau beli mobil sama itu?” sindirku kesal. Ngotot amat sih jadi orang.
“Ck.. yaudahlah kalo gitu…” Kiba berlalu dengan cepat. ‘Tumben’ pikirku yang saat itu keheranan karena Kiba nggak terlihat seperti biasanya. Ngototnya nggak terlalu seperti yang kemarin-kemarin. Tapi, sebagai sahabat dekat, aku tahu kalau dia sedang memikirkan strategi untuk memaksaku ikut party.
Di malam minggu, tepat dimana Kiba mengadakan pesta di sebuah club Cabacula yang terkenal eksotis,
“Naruuutooo!” dia datang kerumahku, menggedor-gedor pintu rumah bahkan sampai kaca jendela kamarku, karena aku nggak kunjung keluar, Ayahku Minato yang membukakan pintu,
“Oh, Kiba… ada apa?” itulah suara terakhir yang kudengar dari ayahku. Setelah itu, entah mengapa yondy, my otou-san, malah menyetujui kalau aku pergi dengan Kiba, bayangkan! Orangtua gila yang membiarkan anaknya ke Clubbing dengan senang hatiii!!!
(Normal POV)
“Papih yondy jahat..! Waaa!! Waa!! Naru nggak mau pergi ke tempat nista itu!” rengek, amuk dan tangisan Naruto meledak-ledak. Namun, Kiba sang sahabat semakin menyeringai setan sambil menyeret pria berumur 15 tahun itu pergi ke tempat yang ia minta. malangnya, Minato sang ayah, malah melambaikan tangannya seraya mengikhlaskan kepergian Naru-chan.
“Semoga Naruto bener-bener bisa belajar, kan jarang-jarang dia ke perpus diajak temen..” ternyata sang papah tercintah telah ditipuh mentah-mentah sama KibaH! Apa Papih Yondy nggak mikir, seorang Kiba mengajak anaknya belajar bareng jam 10 MALAM?! 10 MALAM SODARA-SODARA!
Cabacula Night, Exotic Palace,
10.12 PM,
“Nar! Ada yang mau ngajak lu nge-dance..!” Kiba teriak hepi, sementara yang diteriakin gondok kayak kodok ngeremin telor di lehernya. Jangankan dansa, nengok ke sono aja Naruto udah ogah. Kenapa sih, Naruto nggak tertarik sama yang sekseh-sekseh?
“Hoek…” cuman kata itu saja yang keluar dibibir mungil Naruto yang mulai membiru perlahan.
“Hai.. babe! Kok sendirian aja sih?” seseorang berambut hitam panjang menghampirinya perlahan, rok mininya sengaja diangkat supaya memberikan kesan ‘HOT’ . tapi, pemirsa.. hal itu sama sekali nggak berguna buat NARUTO.
“Minggir lu! Hueeekk!” tatap Naruto jijik. Kiba agak kesal melihat partnernya yang kelewat kampungan ini.
“Oi Nar! Lu sopan dikit kek sama cewek! Norak lu ah..!”
“CEWEK?!” Naruto teriak geram, “MATA LU BUTA?! MANA ADA CEWEK YANG PUNYA BULU DADA! Dicukur lagi jadi tulisan I LOV MAMA! WADEFAK! KIB! Cukup.. setidaknya, AJAK GUA KE TEMPAT NORMAL SELAIN KE PERKUMPULAN BENCES SEDUNIA INIIII!!” Naruto tereak frustasi, lari ngibrit, namun perempuan jadi-jadian yang bernama Itachi *maaph* mengejarnya dan menarik celana Naruto, “Tunggu say, kita kan belom ngapa-ngapain.. masa udah mau pergi siiih?”
“Woy, celana gua!” adegan ini seperti sepasang kekasih bodoh yang bertengkar dengan konyolnya. Itachi menginjak sempak Boxer nya Naruto dengan high heels nya, sementara Naruto berusaha menarik celana yang di injak Itachi agar kembali menyelimuti bokongnya. *Adegan jongkok ria*
Cabacula heboh, Naruto perang dengan harga dirinya…
“Jangan pergii~” Itachi nangis bombay megangin tangannya Naruto,
“THEDAAAAAAK!” satu jeritan yang cukup untuk membuat para penghuni Cabacula mendelik ke arahnya,
“Kamu boleh cium kaki saya!” Itachi masih ngotot. keGoblokkan tingkat MAX
“NAJESS…!” respon Naruto masih dengan ‘Jijik no jutsu facenya’
“Kamu boleh cium dada saya!” Itachi semakin ngotot
“AMIT-AMIT! EMAAAK! Tolongin NARU!” cowok yanke itu meronta-ronta dari jambakan tangan Itachi.
“Kamu cium bibir saya aja deh!”
“JANGANKAN NYIUM, Liat lu aja OGAH GUAAA! AARRRRGGHHH!”
“Uuuh~ Kamu segitu inginnya seluruh tubuh Itachi-chuan yaa~?” Itachi menggeliat-geliat nggak jelas. sementara Naruto pucat pasi, “S-Se-Se-Seseorang….” Sepertinya ini batas dari akhir hayat naruto, “SESEORANG! KELUARKAN AKU DARI TEMPAT INIIII!” Naruto berlari mencari pintu keluar. Namun Pintu-pintu Cabacula Night telah di jaga oleh para bences pemukim di sana.
Naruto sengsara,
Kiba hepi-hepi sama Gina Maito (Nama malamnya guru Guy)
Dunia ini tercemar, menggila, kehilangan AKAL!
“Naruto~” suara di belakang pria bermata saphire itu membuat bulu kuduknya berdiri. “Aah~” Itachi menggeliat semakin parah, bulu kuduk Naruto sukses berdiri tegap layaknya di beri semprotan hair spray, “Ganteng~” kali ini Itachi mencolek dagu Naruto dari belakang, yang dicolek? Jangan tanya… bahasa planetnya keluar secara blak-blakkan
“AAAARRRGGGHHHH! -sensor-” pengalaman, jarang-jarang Naruto di goda bences.
Keesokkan paginya,
Entah siapa yang melakukannya, yang jelas ada sebuah foto tertempel di Mading sekolah, yang mana foto itu merupakan gambar seorang pria yanke berwajah nahan boker 5 tahun yang sempaknya diinjek sama bencong. Reaksi para murid saat itu,
Neji : Bwahahahaa! Muka lu sengsara amat Nar!
Kankuro : GYAHAHAHAHA!! Bagus banget neh buat gua taro di FB!
Gaara : Na.. ru.. to… kau menghianatiku… *?*
Chouji : Bhuu! Na-Naruto… Ta-Bhuu.. Tabahkan.. Hati… Puph.. Mu..
Shikamaru : *Pucat pasi, kaku jadi paku*
Jiraiya : hoek.. mesum lu lebih parah dari gue Nar…
Sasuke : Fuuh.. akhirnya, mahakarya yang bagus muncul juga.. *begitulah cara Uchiha menyampaikan rasa humornya, meskipun foto yang ada di situ merupakan sahabat dekat plus kakaknya sendiri*
Inilah… mengapa Naruto benci ke Clubbing,
Isinya Bences semua…
FIN~!
I love Gaje… do u love too?
Jangan terlalu tinggi ngayalnya, ntar malah kebayang yang nggak-nggak lagi..
Makasih udah sempat membaca… saya senang jika anda menjadi gila mendadak setelah membaca ini.. *Atau muntah mendadak? Atau marah? Atau?*
Kekonyolan Naruto
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Humor
Rate : Hmm.. K+ dah..
Warning : Extra Gaje, Konyol tingkat akut, Nista stadium 7, selera beda? Jangan salahkan saia…
-
Kekonyolan Naruto
xXx(Fuun)xXx
Sepak bola? Anak cowok mana yang nggak tergila-gila sama olahraga yang satu ini? Oke, mungkin ada beberapa.. tapi faktanya, sepuluh dari sembilan (?) orang suka Sepak bola. Bahkan anak cewek pun pada menggemari olahraga ini, yah… meskipun rata-rata mereka cuman suka pemain sepak bolanya yang Ganteng mampus (hah?!) kayak Sasuke…
Naruto Uzumaki, cowok pirang beranting bak preman pasar kemis ini berniat mengalahkan pamor sang bocah Uchiha yang udah kelewat populer itu. cowok mana sih yang nggak ANTI Sasuke? Sasuke FC boleh bertebaran di sana sini. Tapi jangan salah, ANTI Sasuke Club juga ada di Konoha Gakuen yang dikepalai oleh Naruto sendiri. Konon katanya, Club barusan berniat dibangun sebagai eskul sekolah, yang mengajarkan tentang tata cara mengejek dan mendapat bocoran kelemahan Sasuke. Konyol juga Clubnya Naruto. tapi, terserah dia aja lah. Eh, tadi bilang apa? Sasuke punya kelemahan? Mau tau apa? Silahkan baca…
Waktu itu si Naruto dengan sotoynya nantang Sasuke tanding main sepak bola.
“Lagi? malas ah…” dengus Sasuke nggak semangat. Orang gila mana yang nggak BeTe di ajak tanding mulu tapi lawannya nggak tau cara maen Sepak bola,
“Belajar dulu sono.. baru tanding ama beruk.. trus kalo bisa menang baru ajak gua maen..” Sasuke berlalu bagai manusia tak berdosa setelah menghina Naruto hingga membuat pria yanke itu mengaduk-aduk folder otaknya yang nyaris karatan.
“BRENGSEK lu Malot!” teriak Naruto si ‘Lola’ yang baru sadar lagi di sindir oleh si Pantat Ayam.
“Kok Malot Nar?” tanya Shika yang kali ini nggak bisa nebak bahasa ‘sempaknya’ Naruto.
“MAnusia tampang nyoLOT” dengus Naruto yang dengan bangga membesarkan lobang hidungnya dengan cara menghembuskan nafas kencang-kencang.
Naruto yang keras kepala, tetep menteror Sasuke agar mau menyetujui tantangannya. Loker meja bocah Uchiha itu disumpelin berpuluh-puluh surat yang depannya bertuliskan ‘Setujuin tantangan gua pokoknya!’ gerak-gerik Sasuke dipantau, jam istirahat badan Naruto nempel-nempel mulu sama Sasuke. gedek? Gondok? Greget? Encok? PASTI! Kecuali kata terakhir, Sasuke dengan berat ‘jantung’ menyetujui tantangan cetek Naruto.
xXx(Fuun)xXx
“Hoi Lamaaaaa!” dari seberang lapang, naruto berteriak sambil melambai-lambaikan saputangannya ke atas langit yang direspon oleh wajah nggak-niat-nya Sasuke.
“Siap?” Naruto mengambil ancang-ancang yang mantap. Sementara Sasuke lagi sibuk motong kuku kaki dan tangannya, “Hn..” responnya malas.
Bola pertama di pegang oleh si moron Naruto. dia bergelut di tengah lapang bersama partnernya Kiba.
“Naruto!” teriak Kiba sembari menendang bola. Begitu juga sebaliknya.
Ketika berada di depan gawang lawan,
“Ayo Masuuuukkkkk!” Naruto teriak ngotot sambil loncat sekuat tenaga untuk menendang bola di atas udara. Baru bisa maen, gayanya sok Profesional. Alhasil,
GUBRAK
Gatot Kaca deh… Naruto gagal menendang bola di karenakan badannya keburu di tarik gravitasi bumi sebelum sempat menendang. Bola kini di kaki mulus-tanpa-bulu-kaki nya Sasuke. Nggak perlu waktu lama, ketika sampai didepan gawang, Sasuke loncat sama seperti naruto tadi dan berniat Salto diatas udara. Naruto yang tahu kelemahan Sasuke ikutan loncat diatas udara menyamai ketinggian si rambut hitam yang mencuat kebelakang itu.
Ade Rai lewat, Adegan di Selaw motion…
Karena terlalu napsu, tanpa Sadar Sasuke melakukan salto sambil mengangkat lengannya lebar-lebar. Niatnya sih, mau menghalangi kepala donger-monyet-nya si Naruto, tanpa mati ide, Naruto yang entah pinter entah goblok malah menjilat ketek Sasuke supaya do’i kegelian…
“Gyaaaaaa! Narutoooo!” yang dijilat menjerit histeris bagaikan kehilangan kejantanannya. Sasuke meringkuk, membentuk bola, menggigil di tengah lapangan. Fansgirl nya Sasuke cuman bisa menyipitkan pandangannya sambil melongo nggak jelas melihat aksi pertandingan sepak bola yang langka seperti barusan. Satu kata, MEMALUKAN!
Hyuuu~
Angin mencurigakan lewat…
Bola di kaki Sasuke lepas dan bergulir jatuh ke tanah. Naruto yang sudah melakukan hal tergoblok sepanjang sejarah Konoha Gakuen ini malah cuek babi dan merebut bola tanpa dosa. Bola ditendang-tendang Naruto, digiring sampai ke depan gawang. Dan…. Inilah babak penentuan terakhir,
“Kamisama, jangan buat pengorbanan gue menjilat ketek SasuLot sia-sia” Naruto berlari sambil komat kamit membaca do’a (ini bisa disebut do’a?)
Ade Rai lewat lagi, adegan selaw mosien…
3
2
1
DAKK!
‘Ayo masuuuukk!’ lagi-lagi Naruto teriak ngotot sambil menarik kedua pipinya sampe kendor, menjuntai layaknya pipi nenek-nenek. Sudah tidak bisa digambarkan lagi dengan kata-kata wajah Naruto yang saat itu terlihat super ANEH bin Gak jelas.
Ade Rai lewat, selaw mosien… (Ade cerita ke gue katanya badannya babak belur di timpukin popok jin sama kutang wewe gombel gara-gara ganggu pemandangan) *Jayus banget..*
Mata Naruto copot, jatoh ke tanah.. genggaman erat tangannya mengendur hingga membuat lengan dan tangannya lepas dari bahu, mulutnya mengeluarkan Toxic dengan bau-bau yang pastinya nggak bersahabat. Badannya terbang dihembus oleh angin…
Hyuu~
“BOLA SETAAAANNNNN!” cowok yanke bermata saphire itu teriak prustasi gara-gara bola tendangannya mantul di tiang gawang dan keluar lapangan. Padahal, Sasuke udah ambruk dengan jurus ‘lidah maut’ nya, sedangkan penjaga gawangnya lagi pergi ke WC, tapi Naruto malah gagal mencetak gol di saat kesempatan emas datang!
“Ayo main satu babak lagi!” teriak Naruto semangat berapi-api memandang Sasuke penuh dengan napsu birahi yang berlebih.
“Nggak! Ogah! Mbung! No! Iie! Non!” Sasuke meneriakkan satu kata dalam ragam bahasa asing. Bergerak menjauh berharap nggak pernah tanding sepak bola dengan Naruto lagi. masa keteknya harus di jilat dititik yang sama dengan Naruto untuk yang kedua kali?! Satu kata dari bibir Uchiha, “TIDAAAAKK!”
Sejak Saat itu, Sasuke selalu mengapit ketek dengan lengannya setiap kali menendang bola, si rambut dark butt ini Phobia lidah (?) dan paling takut kalau ada seseorang yang mencondongkan kepala ke arah keteknya…
“Sas… tanding bola yok!” sekelebat suara yang familiar ini membuatnya bergidik ngeri.
~Fin~
Author’s Note : Don’t Panic, Don’t Stress, don’t Mad because it just a joke… Gue cuman lagi nganggur.. jangan marah ya karena Fic ini terkesan GAJE..
Komik di Atas Segalanya
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : Gaje, OOC, aneh bin norak, dan hal buruk lainnya
Genre : Humor
Author Note : Halo… ini saia Fuun *readers : ga peduli*
tokoh yang Fuun pake : Naruto,Kiba,Tsunade,Sasuke,dan Akatsuki member hehe…. pada akhirnya, Fic saia yang ini diberi judul Komik di Atas Segalanya.. hohoho… tadinya emank mau dibikin Kerja Part-Time Demi Komik, tapii… baca aja deh dan cari tau alasannya kenapa ^^v
Enjoy Reading~!
xXx(fuun)xXx
Di Minggu yang cerah nan damai seperti ini, kadang… Hari bisa berlalu dengan kehebohan yang gila. Uzumaki Naruto, 17 tahun, seorang pelajar yang kerja part-time menjadi salesman ini terpaksa kerja di hari libur.
‘Komik -ppiiip- udah terbit hari iniiiiiiii! gua harus belii, harus beliii’ gumam Naruto semangat sambil merapikan rambutnya yang seperti duri landak.
Di jaman yang serba krismon ini, Naruto menjadi salah satu korbannya! Dengan tragis, Kushina-san menyita kembali uang jatah Naruto karena matanya sudah diBUTAkan dengan Tas baru merek CHAN*** yang terkenal berkualitas itu..
-Flashback-
“Naru-chan manniiiissss…. Uangnya mama ambil lagi yaaa… maaph ya saiyang, Mama lagi kesemsem sama tas baru merek CHAN*** itu lhooo!” ucap Kushina semakin lantang saat menyebut merek tas yg dimaksud
“Hu.. Huhuhuhu….! Tapi komik Naru… HUWaaa! Waaa! Waaaa!” rengek Naruto ala anak TK
“Kenapa? Naru jahat! Ibu sendiri nggak dibela! Jaman sekarang tuh seharusnya anak yang manjain ibunya, blablabla” Kushina mulai dengan ceramah basinya supaya Naruto berenti membangkang (?)
“Hhhhhhhhhh…..” Naruto cuman bisa menghela napas panjang, berharap ibunya cuman becanda saat ini.
Tapi,
30 Menit kemudian, ternyata Kushina-san sungguh – sungguh membeli tas tersebut dan langsung dipamerkan kepada Naruto yang sama sekali nggak iri melainkan nangis BOMBAY!
“Huhuhuhu! KOMIKkuuuuuuuu jadi taaassss….! Waaa!” Naruto mulai mewek lagi. Sementara Kushina-san sedang bersiul – siul riang dan bergegas pergi ke tempat arisan PIBK (Persatuan Ibu – ibu Beken se-Konoha) dengan membawa tas Chan*** barunya untuk DIPAMERIN, PAMER men! Hari gini ga pamer, apa kata dunia? -Fakta-
“Bye bye Naru-chii!” ucap Kushina riang sambil mencium kaki ekh, pipi Naruto
“Hu… HUWWEEEEEEEE!” tangis Naruto makin meledak setelah pipinya dicium oleh Kushina
-Flashback End-
Akhirnya setelah lama bernostalgia hal buruk, Naruto sampai ditempat kerjanya…
“Ohayou~” ucapnya manis kepada seorang nyonya bos, dengan harapan gajinya ditambah lebih
“Terlambat 3 menit. Gajimu kupotong setengah..” ucap Tsunade a.k.a Nyonya bos, orang yang mempekerjakan Naruto
“WHUAT?”
“Membentak sekali lagi kupotong seperempatnya…”
Naruto menutup mulutnya ‘SIALAN! Nenek – nenek aja belaguu banget! Untung lu bos gua! Fuck!’ batinnya meraung – raung ga terima
“Oh iya Naruto, sekarang jualkan barang ini keliling komplek bersama partner barumu…” ucap Tsunade menunjuk barang yang dimaksud
“Ekkkhhhh! Alat KOSMETIK? Alamakkk! Partner baruu!” Naruto histeris sambil memegangi pipinya dengan ke-2 tangan
“Berisik! Jangan banyak congor ah! Kiba…! Cepat kemari” teriak Tsunade memanggil seorang remaja bernama Kiba
“Iya, tunggu!” balas Kiba, sambil berlarian bak penjaga pantai “ada apa?” tanya orang itu sambil menatap wajah bosnya dengan malas
“Naruto ini Kiba, Kiba ini Naruto. Mulai hari ini kalian partner kerja….” tutur Tsunade tanpa banyak basi
….
….
….
….
….
“WHUAAATZ! Jadi ini partner saya nyonya! Orang dekil, kumel, Ndeso dan gak keurus ini? Gimana usaha mau laku! Yang ada Nyonya Tsunade-sama bakalan gulung tikarrrr!” ucap Kiba yang CUKUP menyinggung hati kecil nan polos milik Narunaru
“HELLOOOW? Ape LU KATA? DEKIL? Coba NGACA! DEKILAN LU ATO GUA?” teriak Naruto dengan tatapan petirnya
Well, kalau dilihat secara keseluruhan, PASTI-lah Naruto pemenangnya dalam mengikuti kontes DEKIL NUSANTARA…
“O…Ooke, gua emank rada dekil tapi…”
-backsound ‘HUUUUU’-
“Ck! Suara itu lagi…! Auhtor sialan!” pada akhirnya Naru-chii cuman bisa menggerutu
“… -_- .…” Tsunade and Kiba’s
“Yasudahlah, CEPAT LAKSANAKAN KERJAMU! Mau makan, KERJA DULU! Ingat semboyan! Semboyan!” bentak Tsunade kemudian menendang pantat Naru dan Kiba keluar dari Toko mungil di perempatan jalan.
-BUGH-
Naru dan Kiba terlempar ketengah jalan, dan hampir tertabrak TRUK setinggi 10cm… lho? 10cm? ternyata hanya truk mainan anak – anak… fuuh…
Kiba Vs Naru
“Gimana kalo kita tanding? Siapa yang paling cepet ngejualin kosmetik dialah yang menang..” tantang Kiba yang sebenernya nggak mau berjalan berdampingan dengan Naruto
“Boleeh…! Tapi klo gua menang, gua dapet apaan? Kentut?” tanya Naruto polos dengan tampang kitty-face nya
“IYA KENTUT! Ya enggaklah! Klo lu menang, lu boleh minta apapun ke gue, tapi klo gue yang menang, lu yang nraktir gue okeh?”
“OKEH!” ucap Naru mantap tanpa ada keraguan didalamnya
Setelah itu, kedua remaja tersebut saling berbalik badan dan berjalan kearah yang berlainan. Tentunya dengan membawa alat – alat kosmetik yang akan dijual.
“Rasanya gua kenal ama mukanya yang asem itu, dimana ya?” bisik Naruto kepada dirinya sendiri saat teringat akan wajahnya Kiba
xXx(Fuun)xXx
“Kayaknya gue inget pernah ketemu orang yang punya muka ngeBeTe-in kayak dia.. tapi dimana ya?” Kiba melemparkan pertanyaan yang sama seperti Naruto diwaktu yang bersamaan
“Osh! Gua/Gue gak akan KALAH dari orang DUNGU itu!” ucap Naru dan Kiba di saat yang bersamaan
Chapter A :
Aza aza FIGHT!
TOK TOK TOK
Sebuah rumah bertembok pink diketuk oleh Naruto…
“Yaaa” seorang perempuan berambut pink keluar dari rumah itu
“Sakura!” teriak Naruto sambil cengengesan
“Cckk… ternyata cuman elo… ngapain kesini? Blom puas gue pukulin kemaren?” ucap perempuan itu menjadi kasar dalam waktu sekejap
“Yaah… Sakura-chan gitu… oh iya! Gue punya solusinya buat elo… soal Sasuke.. hehe” cengir Naruto rada mirip Setan
“Sa..Sa.. SASUKE! Gimana? Kasi tau! Kasi tauu!” teriak Sakura heboh sambil menjambak kerah baju Naruto
“Ekk… sa.. sabar Sakura-chan…” ucap Naruto kesakitan kemudian mencoba melepaskan tangan Sakura dari kerah bajunya “Sasuke ituu, suka sama cewek yang pake make-up… kayak ginii….” Bisik Naruto sambil mengeluarkan alat kosmetik dagangannya
“Sa..Sasu-kun suka cewek menorrr?” Sakura agak kaget, tapi dia nggak sadar kalau sedang diTIPU oleh Naru-chan
“Bukan menor Sakura-chan… tapi ber make-up! Make-up tipis – tipis gitu lah…. Kalo lo tertarik, lo bisa beli make-up gue… tawarin sekalian ibu lo… soalnya gue lagi butuh uang neh Sakura-chaan… plisss…”
“Hhhmm…” Sakura mikir sebentar. Dan itu cukup untuk membuat Naruto dag dig dug, takut Sakura nggak jadi beli produk jualannya. “OKE DEH..! Tunggu betaaar yaaaaa~~~” ternyata Sakura cukup bodoh uuntuk ditipu Naru-chan
‘Asiiikkk! Sakura mau beli!’ batin Naru loncat – loncat kegirangan… akhirnya, Naruto berhasil menjual alat kosmetiknya. Sakura cukup memborong produk jualan Naruto. dia membeli satu lipstik, satu pack blush on, eyeshadow dan satu pack bedak plus spoon nya
‘Lumayaaan…’ pikir Naru saat hendak pergi meninggalkan rumah Sakura.
Naruto, kembali mencari korban (?) selanjutnya,
‘Selain Sakura, cewek yang tergila – gila oleh Sasuke itu kan INO! Aha! Kali ini gue kerumahnya ahh~~ kalo dia tau Sakura mau beli, Ino pasti juga!’ Naruto bergumam dengan idenya yang busuk namun cemerlang
Dan benar saja, Ino ngebet pengen beli alat kosmetik yang di jual Naruto
“Gue gak akan kalah dari si jenong Jelek ituuu! Makasih ya buat infonya Narutooo” ucap Ino girang
“Hehehe… yaudah, gue balik ya… daaddaaahhh~” Naruto melambaikan tangannya.
‘Jijik…’ pikir Ino yang melihat Naruto berdadah – dadah ria ala Miss yunipers
Tepat dijalanan,
“Habis Sakura dan Ino, siapa lagi yah yang mau gue tawarin jualan ini? Hhmmm… klo Hinata kasian ah, Temari…. Gak mungkin, dia itu gak bisa ditipu. Tenten-nee… terlalu beresiko… Hmm” saat sedang berfikir, tiba – tiba perut Naruto bunyi
-KRUUUK-
“Uugh… sabar ya perut, aku pasti akan mengisimu dengan makanan enak…” ucap Naruto yang melangkahkan kakinya menuju Ichiraku Ramen.
“Paman pesan satu mangkuk JUMBO!” teriak Naruto sambil menggebrak – gebrak meja ala anak TK
“Oke Naruto..!” ucap paman itu kemudian menyuguhkan ramen porsi jumbo plus dengan daging tambahan, “Itu bonus buatmu” ucap sang paman dengan senyum gak tulus
“HOREEEE….! Selamat makaaaaannnn” teriak Naruto heboh kemudian menyantap mie ramen tersebut dengan biadab.
“Kenapa makannya buru – buru gitu Naruto?” tanya sang paman sambil mengelap meja kedai
“Lagi jam kerja part-time nih paman… disuruh bos ngejualin alat kosmetik.. bener – bener deh…”
“Wah.. begitu ya… Naruto harus semangat dong…”
“Huh… kalo bisa yaa aku juga mau paman.. tapi aku lagi males – malesnya nih… ya udah, ini bayarannya… sampai jumpaa!” dan Narutopun meninggalkan kedai
Diperjalanan, Naruto bertemu dengan sekelompok gank sangar yang dijuluki ‘AKATSUKI’
‘Bah! Gua harus muter jalan nih… klo sampai ketauan ama kelompok ini-’
“OI! Kamu si Kuning! Kemari!” teriakan salah seorang anggota Akatsuki membuat Naruto bergidik kemudian menjawab,
“A..apa?”
“Bawa apa lu bocah?” teriak pria berambut oranye dengan tatto bertuliskan ‘I LOV MAMA’ di dadanya a.k.a Pain (WHAT? I LOV MAMA?)
Perhatian, saat ini para Akatsuki berkostum preman
“Tasnya gede juga tuh…! Coba Dei priksa..” Teriak cowok berambut putih klimis dengan baju yang kancingnya dibuka sampe dada
“Hhm… Oke!” teriak cowok berambut kuning gondrong yang memliki tatto paling mengerikan diantara anggota genk lainnya a.k.a Tatto pocong di lengan kanan
“Eeh, anuu mas, mbak… tas saia cuman berisi sampah…” jawab Naruto bego
“Lu kalo mo nipu yang kreatip kek!” teriak cowok berkalung besi dengan lambang LOV $
“Sini!” cowok yang mirip Sasu-Teme menarik tas Naru dan membongkar isinya
….
….
….
….
Setelah diliat selama 5 Menit,
“Apaan isinya tuh?” tanya cowok berambut merah dengan codet dipipi kirinya
no answer from Itachi. Doi hanya bengong tralala
“Itachi…?” tanya si Sasori sekali lagi
No answer again
“WOY Itachi…! Lu kesambit?” teriakan Sasori menyadarkan Itachi dari genjutsu didalam tas Naruto. (apa kalii?) Lebih tepatnya bukan suara yang menyadarkan,melainkan bau mulut Sasori yang percampuran JENGPETOSKIDON a.k.a JENGkol PETe dicampur kaOS kaKI Davin jOhN
“Aduh booo… alat make-up niee!” jawab Itachi dengan nada bencongnya. Naruto kaget, Sasori cuman masang tampang datar
“Mana? Mana? Eike banget nih alat make-up…!” si bos Pain ketularan lekongnya Itachi. Mata Naruto copot dan bibirnya mengeluarkan busa, sementara Sasori cuek babi
“Wow… cantik banget niy ciin…” ucap si Deidara yang cuman dibuat – buat nada bancinya. Hati kecil Naruto berkata ‘Akatsuki? Ini Akatsuki? SUNGGUH TERLALUUUUU!’, sementara Sasori cuman buang gas… duut… baunya? Maknyuss…
“Lu jualan ginian?” tanya Sasori yang gak kena penyakit flu Banci, tapi dalam hatinya ia niat membeli alat make-up tersebut untuk kugutsu tercintanya.. (Fuun ga tega bilang barbie…)
“Eh?” Naruto bengong, kemudian menjawab “I..iya… emank, situ mau beli?” jawab Naru dengan logat ndesonya
“BELI COONNGGGGG!” Teriak Itachi, Pain, dan Deidara serempak. Sementara Hidan nggak mau soalnya dewa jashin nggak ngijinin dia pake alat make-up, dan Kakuzu mencoba menghitung dulu uangnya, takut – takut pembelian make-up memboroskannya ‘Ga jadi ach! Daripada beli alat make-up mendingan beli permen yupi satu toples deh..’
“Mau…” inilah jawaban Sasori yang datar
Kita cek pemborongan yang dilakukan oleh Akatsuki and the gank :
Itachi : 5 botol kutek, warna ungu, merah, pink, hijau, dan biru serta lipstik ungu dan eyeshadow ungu
Deidara : 3 Lipstik warna pink, merah menor, sama oranye. 1 pack blush on, dan eyeshadow warna ijo
Pain : 5 botol Kuteks biru muda, Pink, merah, orange, dan hijau, 3 Lipgloss yang ada gliter-nya juga 3 pack praktis make-up yang isinya ada blush on, eyeshadow, dan lipstick
Sasori : ngeborong sisanya….
-Pip PAUSE-
Reader “Sisanya apa aja?”
Author “TULANG ama KENTUT”
*ditimpukin besi palu ama reader*
-Pip PLAY-
Itu artinya, Naruto….
MENGHABISKAN DAGANGANNYA! Hidup dewa JASHIN ekh, HIDUP NARUTOOO!
“Thanks ya boo… udah lama nich ga beli alat make-up…” ucap Itachi lebay
“Iya nich ciin, persediaan alat make-up di Akatsuki nyaris abiis..” kali ini Pain yang bersuara
Deidara nggak berbicara lagi setelah itu, dan menghabiskan sisa waktu hidupnya untuk bermake-up an.. Hidan ngerengek minta yupi yang dibeli ama Kakuzu, tapi Kaku-san cuman mau ngasih yang bekas jatoh kecomberan. si Sasori kissbye-an ama Naru, sementara yang mendapat Kissbye membalas balik (WHA THE..?)
“Ahahaha! Gue kira ntu Akatsuki mau ngerampok..! taunya dagangan gue malah laris cuuyy! Banzai!” Naruto HERI a.k.a Heboh sendiRI
Chapter B :
The Winner is…
Akhirnya senja pun t’lah tiba. Naruto dan Kiba ketemuan ditempat yang sudah mereka janjikan. Keduanya saling tersenyum bangga dan berbicara bersamaan,
“Yang menang pasti GUE/GUA!”
“Jangan ikutin omongan gua!” teriak Naruto
“Halah… coba liat dagangan lu sisa berapa…!” ucap Kiba yang juga memperlihatkan isi tasnya
Dan, suara Drum pun dinyalakan….
Durururrururururururung…..isi tas mereka berdua adalah…
JERERERERERERERERENG~
Sama – Sama KOSONG!
“HAH?” Naruto dan Kiba teriak lagi bersamaan
“Itu Artinya…?” tanya Naruto bego
“Ya seri lah…! Berarti nggak ada acara traktir menraktir ya…?”
“Hmm…” dan mereka pun balik ke toko,
Di Toko
“Bagus! Nih honor kalian berdua…”
“Waaaaaaaa… Komik -sensor- Aiem koming” ucap Naruto dengan logat ndesonya sambil ngeces – ngeces.
Chapter C :
I Know him now!
Malam hari di toko buku Gramedia
“Akh! Komiknya Masashi kishimoto yang judulnya NA**** tinggal satu? Wha the heck! Cepet banget abisnya!” ujar Naruto sambil berlarian dengan beringas menuju tempat si komik yang dimaksud
“GUE/GUA DAPAT!” tangan Naru dan Kiba sama – sama memegang komik yang dimaksud
“Hah? Elo lagi? Lepasin gak komik gua!” Naru
“Apaan! Gue duluan kalee yang ngeliatt!” Kiba
“Lepasin”
“Nggak”
“LEPASIN!”
“NGGAK!”
“AH! GUA/GUE INGET Lo sekarang!” teriak mereka berbarengan
“Lu yang bikin komik NA**** vol 27 melayang di tangan orang laen kan? Gara – gara lu, koleksi komik gue jadi ga lengkap!” teriak Kiba yang masih memegangi komik NA**** vol 28
“HALAH! Ada juga elu yang bikin si Sasu-Teme yang akhirnya ngedapetin komik NA**** vol 27 itu! gara – gara lu, gua terpaksa baca komik rental di deket rumah! Padahal kan komiknya juga lumayan buat objek gambar gua!” balas Naruto yang masih megangin komik NA**** vol 28
“Oke gini aja!” tutur Kiba, “Gimana kalo kita suit.. siapa yang menang, dia yang berhak dapet komik ini… kita letakin berbarengan komik ini di rak no 12 itu. pokoknya klo diantara KITA BERDUA ngambil komik itu sebelum suit, kita yang ngambil bakalan BURUT seribu tahun”
“Oke!” jawab Naruto, kemudian bersama Kiba mereka meletakkan komik itu di rak no 12
Dan, mereka pun suit…
“JAN KEN PON!” teriak mereka berdua yang akhirnya dimenangkan oleh Naruto dengan gunting yang mengalahkan kertas!
“Huaaaa!” Kiba nangis jejeritan
“HORRREEEEEEE!” Naru teriak kegirangan, ” Terimakasih kepada tuhan YME, emak dan babeh yang sudah mendukung Naru… blablabla” ucap Naruto ala pemenang Panasonic Gembel Award
Saking girangnya sampe – sampe Naruto NGGAK sadar, kalo komik kesayangannya a.k.a NA**** vol 28 tersebut, telah berada di tangan Sasuke, sang manga addict
“SASUKEEEEEE!” teriak Naruto sambil berlarian mengejar Sasuke, “TUNGGUU!” sedangkan Kiba ikutan lari mengejar Sasuke disamping Naru.
Sasuke menoleh, dilihatnya dua sosok makhluk halus berwajah horor bin ndeso bin Norak berlari mendekatinya,
5 Meter
3 Meter
1 Meter
50 Senti
20 Senti
10 Senti
DUAKHHHH!
Sasuke menendang kaki Naru dan Kiba dengan Taekwondo andalannya.
“Kenapa lu berdua? Hah? Mau tarung ama gua?” tanya Sasuke dingin
“Eee… ee… e…. Ng… Nggak mas Sasukeee~” Naruto
“I… iya.. ng… nggak.. ada apa – apa kok… haha… cuman mau… nya… nyapa doank… Haii~” Kiba
“Sinting…” Sasuke berbalik badan, dan ia tersenyum setan… ‘Ya haa~ pada akhirnya komik ini jatuh lagi ketangan gua… Ahahahahaha!’
Dikamar Naruto,
“Masashi Kishimoto sensei…. Huhuhu, doakan saia semoga saja komikmu yang selanjutnya dapat kubeli dengan harga diriku” berniat jual diri.
Dikamar Kiba,
“Masashi Kishimoto sensei…. Huhuhu, doakan saia semoga saja komikmu yang selanjutnya dapat kubeli dengan harga diriku” mengucapkan kata yang sama seperti Naruto
Esok paginya, Naruto dan Kiba berniat jual diri (WHA THE..?) kepada Sasuke demi sebuah komik NA**** vol 28…. Sasuke yang eneg, malah menendang makhluk – makhluk nista ini sampe terbang dan hanyut disungai Amazon…. Di sungai amazon, mereka berdua bertemu dengan Sakura dan Ino yang merasa DITIPU oleh Naruchii soal Sasuke, karena saat itu Kiba berada didekat Naru, otomatis, NARU dan KIBA sama – sama digebukin oleh dua setan- maksudnya dua wanita kejam yang bernama Sakura dan Ino….
Reader, “Naruto ama Kiba ntu mati ga?”
Author, “Tak tau saia.. tanya aja ama Saku-Ino”
*digebukin Reader karna ga becus bikin fic*
OWARI~
Siaran Radio. . . RICUH!
DESCLAIMER : Kishimoto sensei
WARNING : OOC, Gaje, abal, gila, norak, dan hal buruk lainnya
GENRE : Humor
Enjoy Reading~!
xXx(Fuun)xXx
Naruto : Hellooo… balik lagi di 123 FM, Kono Kono Station… bersama gue Uzumaki Naruto panggil aja Naru-kun hehe, hari ini gue menggantikan si Teme Sasuke yang kebetulan lagi sakit diare. makanya dia nggak siaran hari ini… hohoho… tapi, buat para Sasu lovers jangan kecewa karna hari ini abang Naru yang ganteng akan menemani kalian selama 2 jam kedepan… Yohoo!
-ditimpukin kacang goreng-
TING TENG TONG -iklan-
Author : Udeeh… jangan banyak ngemeng lo… cepet ke dialog selanjutnya… peran masih panjang neeh….
Naruto : huh, Author sialan… makanya honor gue naikkin dong!
Author : NAEK PALE LO! Kerja aja ga Becus!
Naruto : Sigh…
-iklan selesai-
Naruto : yap, para Konohers… kali ini kita patut bersorak gembira karna kenapa? Hari ini kita kedatangan 2 tamu istimewa! Mau tau siapa? Eits.. kita sebutin satu – satu ya, sabar semuanya, sabar… oke! Yang pertama ialah Hyuuga Neji! Apa kabar?
Neji : Hm… biasa
Naruto : Yap, para Konohers… dia adalah rockie Number one di Konoha tahun ini… yaa, tentunya tahun depan gelar itu akan jadi milik gue… hayhayhay…
-Soundtrack ‘HUUUUU’-
Naruto : eh, sapa tuh yang nyalain suara tadi? Dasar….! Ok, kali ini kita akan meng-interview Neji secara habis – habisan..! tentunya Kono kono station juga mengadakan segmen tanya jawab dari para penelfon… kalian bisa hubungi ke nomor 0293009 jadi, bagi yang ingin bertanya kepada Neji, kalian bisa hubungi ke nomor yang tadi udah gue sebutin… Ok, Neji-san… saat ini lo lagi sibuk apa neh?
Neji : apa ya…? Selain sibuk ngejalanin misi, paling gua sibuk latihan dirumah sama paman Hiashi
Naruto : paman Hiashi itu, ayahnya Hinata-chan kan?
Neji : Ng? ya gitulah…
Naruto : Betewey, gue bagi nomornya Hina-chan dong… plisss
Neji : lu mau nginterview gue ato nyari kesempatan seh?
Naruto : yaaa… dua – duanya gitu, hehe.. ayolah.. -puppy eyes-
Neji : -ngasih secarik kertas- nih… ntar lu bayar lebih ya untuk ini…
Naruto : yee… matre amat sih loe? Kita kan prend…. Yawdalah… honornya entar aja ya.. Hmm.. kita tunggu penelfon pertama…
TUUUT TUUUT TUUUT
Naruto : Halo? Dengan siapa? dimana?
Mr. X : ya… gua ada perlu sama Neji sialan!
Naruto : eeeh… ada apa ini? Tolong jangan marah begitu…
Mr. X : Hoi Neji! Iket rambut gue balikin dong! Sialan luh… bilangnya minjem taunya ga lu balikin! Gitu – gitu gua beli tuh iket rambut pake duit men… DUIT!
Neji : Sigh…. Siapa seh lo? Dateng – dateng ngomel… -tengsin.. sok gak kenal-
Mr. X : denger bae – bae lu! Gua TANTANG…..
-sambungan telepon diputus-
Naruto : maaf Konohers, sepertinya sambungan teleponnya terputus -pura pura bego.. pdahal dia sendiri yang mutusin- ok… kita coba penelfon yang kedua…
Ms. X : Haloow..
Naruto : weits, cewek neh… ya halo neng cantik… dengan siapa dimana?
Ms. X : gua Tenten! Najis lu… mana Neji? Gue mau nanya? Kyaaa!
Neji : lu ngapain seh? Buang – buang pulsa aja dengerin siaran radionya si Naruto yang nista gini…
Naruto : Beuh…. Kena lagi gue….
Tenten : demi Neji-kun, apa sih yang enggak~ oh iya, Neji-kun… udah punya cewek belommm? Trus tipe ceweknya Neji-kun apaaa?
Naruto : ok.. jadi, lo nanya itu aja? Trus, lu mau kirim salam buat siapa?
Tenten : buat Neji-kun aja deh… Tee Hee~
Naruto : buat abang Naru gimana neng?
Tenten : Najong! -matiin telepon-
Naruto : Yee… gue cium baru tau rasa lo! Ok Neji, lo bisa jawab pertanyaannya si Tenten
Neji : gue ga punya cewek saat ini, dan tipe gue…. Yang simpel – simpel aja, kayak Hinata misalnya…
Naruto : HAH? Jangan – jangan LU SUKA HINA-CHAN! TIDAAAAAAAKKKK!
Neji : apa seh ni anak… sadar WOY dia sepupu gue….!
Naruto : Hiks… begitu ya? Baiklah… saatnya dengerin musik, khusus untuk kalian… Yura – Yura oleh Hearts Grow….
PIP -musik on-
-SEMENTARA ITU, NARUTO-
Author : eh, lu berdua! Buat obrolan yang bermutu kek!
Naruto : lu pikir gampang ape jadi PENYIAR!
Author : ntar gue pecat baru tau rasa lu! Yang ngantri jadi penyiar tuh banyak men…
Naruto : ah…. Ampuuunnn Fuun-sama! Ampuun….! Huhuhu…. -tangis buaya-
Author : Halah… cepet, abis iklan ini, langsung panggil bintang tamu yang kedua! Rating kita turun neeh! Bahkan Drastis sejak si Teme itu minta cuti buat kedokter karna diare…!
Naruto : …. -pasang muka jelek-
-music off-
Naruto : Hi Konohers! Kembali lagi bersama gue akang Naruto yang handsome ini… hehe…
PLOK PLAK PLOK PLAK (bukan suara tepuk tangan tapi, Naruto lagi di tabokin)
Naruto : huhuhu… Habis sudah masa depanku…. Eh, apa? ON AIR? Maaf para Konohers, kita kembali lagi kepada Neji.. eh, ada penelfon… kita angkat dulu ya.. HALOOO…
Ino : Hi! Ni gue INO, I-N-O CUTE kyaaa! Mau nanya dong Neji-kun Nomor teleponnya berapa siiih? Kyaaa! Sama alamat Fbnya apa, ntar aku Eett ya! Ok? Ok? Ok? Emailku *sensor* nama Fbnya INO cewek IMYUT. Ok! dijawab yaaa Neji-kun! Muah! Salam buat nyak, babe, Sakura si jenong… gue ga akan kalah dari lo… udah segitu aja… Bye bye! -matiin telepon-
Naruto : Buset dah ni orang… ngomongnya ga BERENTI! Woy stress, gue blom nanya apa – apa udah asal ngemeng aja! Yawdalah.. Neji, lu jawab aja pertanyaannya…
Neji : Nomor hape gua… -author siap siap nyatet- 080xxxxxxxxx email gue, *sensor* Sigh…
Naruto : Ok siip… Kita panggil bintang tamu yang keduaaa… jererererenggg GAARA!
Kankuro : Haii… ehehehe…
Naruto : lha? Napa malah lu yang dateng? Adek lo mana?
Kankuro : Sorry sorry aja neh… adek gue kan KAZEKAGE -intonasinya ditekan- so, dia SUPER SIIIBUUUK akhir – akhir ini… maklumlah… dia kan KAZEKAGE TERRMUDA -kekuatan tekanan intonasi: full power- di Suna
Naruto : yaelah…. Yang Kazekage kan adek lu, kenapa lu yang SOMBONG bin SOTOY seh? Gaara-nya aja nggak segitunya… huuu… tahun depan, gue yang bakal jadi HOKAGE -ikutan nyombong- di Konoha….
Kankuro : ya ya ya… ngemeng ama pantat gua… yaudah, gua disini sebagai pengganti Gaara… cepet, lu mau nanya apa?
Naruto : Huh… ga ada! Kita tunggu aja pertanyaan dari penelfon…
Kankuro : Ck! Whatever…
TUT TUT TUUT
Naruto : Ya Haloo…
Sasuke : WOY DOBE! Obat DIARE gua ada di ruang SIARAN! Lu liat gak? Yang Warnanya Merah itu lho…
Naruto : hah? Sasuke? Lu ngapain nelpon disini? Kenapa gak lewat HP gua TEME!
Sasuke : UGHH… Bawel! Lu nemu obatnya gaa?
Naruto : Ooh Iya ada… yang gambarnya orang lagi jongkok kan?
Sasuke : Sssstttt! DOBE! Lu jangan malu – maluin gua napa! Yaudah… bawa kerumah gua cepetaaan! Uggghhh!
Naruto : Oi Sas! Lu ga apa – apa kan? Oi!
Sasuke : Udah cepetan bawa kesiniiii! UGGGHHHHH! -matiin telpon-
Naruto : aduuh… gimana ya konohers…
TUUT TUUUT TUUUUT
Naruto : waduh ada penelfon lagi…. Ya… halo?
Mr. X : WOI NEJI SETAN! Ini Gue DEIDARA! WOY! Gua Udah ada di depan Stasiun radio tempat lu siaran neh! AYO RIBUT! Turun lu kebawah! -matiin HP-
Naruto : Astaga… orang itu lagi… makin ricuh aja…. –HP Naruto bunyi- Duuh… sial amat sih gua hari ini! -ngangkat telepon- ha..halo?
Sasuke : WOY DOBEEEE! OBATNYA MANAAAA? GUA UDAH GA TAHAN LAGE NEEHHH! KHHHH!!!!
Perhatian, saat ini radio Kono Kono Station sedang ON AIR
Neji : Naruto… gue pamit, mau ribut dulu sama Deidara… Byee… -udah ngilang-
Kankuro : woy, gimana neh soal gua? Masa nggak ada yang nanya apaaa gitu?
Naruto : -bicara di telepon- Iya Sasu-Teme… bentar! -ngambil kunci motor- eh, kankuro! Lu gantiin gue siaran yak? DADAH! -udah ngilang-
Kankuro : Ekh! Tunggu dulu!
Author : Nah loo…. Udeehh… emang udah nasip lu… sana gantiin si NaruNaru…. -megang cambuk-
Kankuro : Hiks… Oke… hiks… Konohers… kita putar… hiks.. lagu Remember… hiks… by FLOW…. Hiks…
-Music On-
-kenistaan Off-
Kankuro : HUWAAAAAAAAA! NARUTO SIALAAANNNN!
Keesokkannya, Rating Radio Kono Kono Station menaik TAJAM disebabkan oleh kericuhan yang MALAH membuat pendengar ngakak stress…! disaat yang bersamaan, harga diri UCHIHA SASUKE jatoh… merosot tajam…
Sasuke : -Nyiksa Naruto-
Author : Lagi masak apa cuy?
Sasuke : RUBAH PEPES, RUBAH GORENG, RUBAH TUMIS, DAN SUP RUBAH
Author : Waaa.. boleh tuh… bikinin buat gua yaa… hari ini ada arisan dirumah gue…
Sasuke : Ooo… *evil devil smile* Boleeh…. *melihat kearah Naruto*
Naruto : *dibekep* MMMmmMpppHhhh!
~OWARI~
Maaph… saia lagi stress…. Piss…
Nginep Di Rumah Itachi
DESCLAIMER : Kishimoto sensei
WARNING : OOC BANGET, Gaje so Pasti, Banyak dialog, Gila, Norak abis, tata bahasa agak buruk, Don’t Like? just Don’t read
GENRE : Humor
AUTHOR NOTE : Sebelum baca cuman mau ngingetin, klo disini si ZeTsu itu ada dua orang ya, yakni si Ze (si kulit putih) dan Tsu (si Negro alias kulit hitam) mereka berdua sodara kembar gitu, tapi nggak dempet kayak di Manga aslinya ya xDD
Enjoy Reading~!
xXx(Fuun)xXx
“Hhh….” Itachi cuman menghela nafasnya, tanda kalau saat ini dia sedang nggak mood
“Napa lo?” tanya seorang maniak pierching yang sepertinya peduli.
“Sadis tuh bonyok ama Sasuke! Masa pada minggat dari rumah ninggalin gua sendirian..?” Itachi mengetuk – ngetuk meja dengan jemarinya
“Maksud loe pergi? Yaelah, pake bahasa yang terpadu dikit kek! Trus apa yang lu keselin sih?” ucap si Pein sambil mengunyah snack Richips *heran ya, makin lama makin seneng promosi* Paporitnya.
“Bego luh! Ya rumah gue sepi dong! Lu kayak nggak tau aja, rumah gue kan Rumah TUA yang bentuknya kayak sarang SETAN..! Serem bego klo sendirian disono!” ucap Itachi H2C sambil berfikir bagaimana caranya supaya ia nggak nginep dirumah itu sendirian..
“Gimana kalo Gue..… nginep dirumah lu? Ya? Ya? ? ?” tanya Itachi memelas, melemparkan tatapan puppy eyesnya. Sementara yang dibujuk malah menatap Itachi dengan tatapan spoky-nya
“OGAH! Ntar nyak babe gue nyangka gue apaan bawa anak cowok kerumah? Nginep lagi?”
“AH ELU… ama Pren sendiri aja, masih perhitungan…” muka Itachi cemberut *WTF?*
“Udah gini aja. Gimana kalo gue ama anak – anak yang laen nginep dirumah lu? Kan jadi rame tuh?” usul Pein yang masih mengunyah snack Richips-nya yang nikmat
“WAAAH, BOLEH BOLEH! Pinter juga lu!” Itachi merasa bangga dengan karibnya yang satu ini
“Kan gua dikasi tau authornya supaya ngomong kayak gitu…” ucapan Pein barusan membuat batin Itachi menyesal telah memujinya. *hohoho*
“Ya udah, ayo ke kantin temuin anak – anak..” ajak Pein yang diikuti langkah gontainya Itachi
Di Kantin
“Minggir – minggir! Tempat ini udah dibooking buat Akatsuki!” Pein ngepret – ngepretin temen sekolahnya yang lagi asik makan diwarung pake koran besi (?). Otomatis, hal yang dilakukan Pein tersebut membuat anak – anak memilih minggir ketimbang berurusan dengan AKATSUKI, gank SMA Konoha yang paling berkuasa saat ini.
“WOY SETAN! Koran lu kecelup di Mie ayam gue neh!” teriak seorang cewek kasar namun cantik dan suka membuat burung *burung kertas maksudnya* dari kertas origami
“Eeeh.. Ko..Konan.. sorry sorry, ntar abang Pein beliin yang baru ya?” ucap Pein gelagapan, bukannya deg – degan tapi takut di perkaos ama Konan (?)
“Bagus!”
xXx(Fuun)xXX
Tak beberapa lama kemudian, Seluruh member Akatsuki sudah pada ngumpul ditempat yang telah dijanjikan…
“Ngapain nih manggil seluruh anggota kayak gini?” tanya Deidara penasaran
“Mau bagi – bagi duit kali?” pikir Kakuzu yang langsung ijo matanya
“Pada mau ngasih kado berbi ya buat Sasori?” ucap si rambut merah itu PeDe
Pein dan Itachi saling pandang…
“ENAK AJA!” jawab mereka bersamaan,
“Ehem.. Jadi gini” ucap Itachi sok tua. Namun sayangnya, dari awal nggak ada satupun yang mendengarkan Itachi alias, pada cuek Babi.
“Woy dengerin gue kek!” teriaknya lantang pake mike nyanyi milik kepsek, tapi kawanan biadabnya nggak pada denger.
“WOOYYYYY! ! !” ia memperkeras suaranya.
“Ya?” akhirnya mereka semua menjawab (Sasori, Deidara, Hidan, Kakuzu, ZeTsu bersodara, Kisame, Tobi, Konan, Pein) dengan tampang bodoh dan polosnya
“DENGERIN GUA SETAN!” teriakan Itachi membuat teman – temannya bisa duduk manis dan memperhatikannya dengan baik seperti anak TK yang baru masuk kelas.
“Dozo… Itachi-san…” ucap mereka pasrah
“Oke! Hari ini gua mau ngajak lu pada nginep dirumah gua. tapi Masalahnya, lu semua pada setuju nggak?” tanya Itachi dengan wajah keselnya
“Eee.. ee.. Bentar diskusi dulu” ucap temen – temennya yang kemudian membentuk sebuah lingkaran dan berbisik pelan supaya Itachi nggak mendengarnya. Itachi cuman cengok kayak monyet nggak kebagian kacang ngeliat aksi temen – temennya saat itu.
“Jadi gimana neh?” tanya Itachi yang udah nggak sabar, gara – gara kelamaan diskusi.
“Oke deh!” teriak semuanya setuja *ala Tukul*
xXx(Fuun)xXx
Di Rumah ITACHI pukul 05.00 pm
TING DONG!
Bel didepan rumah Itachi di pukul oleh Tobi dengan tongkat besbol yang saat ini ia bawa. (?) otomatis bel tersebut langsung rusak saat dipukulin sama anak autis yang sakit jiwa itu.
“YOHOO ITACHII!” teriak Deidara heboh
Itachi membuka pintu. Sejenak ia memperhatikan keadaan para temen – temennya, dan menyadari sesuatu….
“LU PADA MAU KEMPING SEBULAN APA? Banyak BANGET SIH BAWAANNYA!” Itachi tereak stress saat melihat Kawanannya pada make tas ransel gede buat tentara
“Yaudah…. kita balik aja yoook..” ajak Pein yang mengetahui alasan Itachi mengajak mereka semua pada nginep
“Khhh….! Yaudah cepet MASUK!” Itachi kalah ama Pein.
“HOREEee!” Dan mereka semua menerobos masuk ke rumah Itachi sampai menimbulkan gempa sebesar 4 Skala Ritcher
xXx(Fuun)xXx
Di Ruang Tamu,
“Lapeerr neh…? Enaknya ngapain ya? ?” Hidan asal nyeplos
“Ya makan lah…” ucap Sasori sambil ngupil
“Emanknya lu ngeliat makanan dimeja?” balas Deidara sambil bersiul memandang kearah lain
“Tau..?” jawab Sasori singkat, sambil membuang upil yang dikoreknya tadi *Jorok banget sih Sasori*
“Uugh.. iya.. iya! Bentar…” Itachi yang menyadari maksud teman – temannya, segera mengambil makanan sisa kemaren lusa (?) di kulkas.
Nggak lama kemudian,
“Oi…! Sini ke ruang makan semua!” ucapnya sambil menaruh berpuluh piring *Namanya juga yang nginep ada 10 Orang* di atas meja makan.
Yang dipanggil berlarian kayak korban gempa berebutan sembako.
“ITADAKIMASUU!” seru semuanya kemudian memakan makanan yang disediakan Itachi dengan Biadab seolah – olah kiamat besok.
Kisame dan Tobi :
“WOY JANGAN COMOT – COMOT DAGING GUA KEK!” seru Kisame sambil menepak tangan Tobi si Sakit jiwa
“Bagi Tobi dikit dong…” Tobi masi mencoba gangguin Kisame
“NGGAK! JATAH LU KAN UDAH LU ABISIN!” Kisame sewot, Piringnya diangkat tinggi – tinggi. Sedangkan Tobi berusaha meraih piring tersebut sambil melompat – lompat *adegan ini seperti orang dewasa yang mengambil balon dari anak kecil*
Sasori dan Deidara :
“Sasori! Cuci tangan Lu! Lu kan abis cebok tadi!” ucap Deidara yang sepertinya peduli dengan Sasori
“Ahh… nggak masalaah…” jawabnya enteng, kemudian mencoba mengambil daging ayam dengan tangan kotornya itu
“STOP!” Deidara mengambil piring ayam tersebut “KALO KITA MAKANNYA NGGAK SEPIRING BERDUA JUGA, GUA NGGAK AKAN NGELARANG LU! ! CUCI TANGAN SANA! Dasar JOROK! Pantesan aja Berbi koleksi lu badannya bau semua!” ternyata Deidara cuman mikirin nasipnya yang kepaksa makan sepiring berdua ama Sasori.
“Jangan sama – samain ama berbi gua dong… itu juga gua nemunya di tong sampah makanya pada Bau..” Sasori cuman ngeles, kemudian menuju westafel dengan langkahnya yang setengah jiwa.
Kakuzu dan Hidan :
“Oi Kakuzu…”
“Napa?”
“Makannya jangan nyumput kayak gitu dong… serem banget dah..” ucap Hidan yang melihat partnernya makan dipojokkan dengan aura hitam
“Suka – suka gua…” jawabnya datar.
“Hhh….” Hidan cuman menghela nafas
ZeTsu bersodara :
“Ada JENGKOL kagak ya?” tanya Ze kepda sodara negronya Tsu
“Teu aya..” artinya nggak ada.
“Yaah.. pdahal makanan Paporit gua tuh..”
“Sapa yang nanya?” jawab Tsu dingin..
“Tsu jahat ih..”
“Bodo” balas sodaranya si Negro a.k.a si hitam… poor Ze
Pein Konan dan Itachi :
“Lu napsu makan gak?” tanya Konan sambil memandang cara makan teman – temannya
“Entahlah…” jawab Pein sambil menghajar *baca : Menyantap* Makanannya dengan cara membabi buta *Adegan Pein seperti Chouji yg lagi makan Yakiniku*
“Eerr… gua rasa dari cara makan lo, gua bisa tau…” jawab Konan menatap Pein dengan jijik
“Emanknya lo kenapa?”
“Nggak…” muka Konan membiru, “Itachi, numpang ke kamar mandi ya… beresin aja piring gua..” ucap Konan sambil berlari kebelet muntah ama boker.
“WOY! Enak aja nyuruh gua beresin..” sayangnya Konan udah ngilang “Khhhh! Denger ya semua! Abis makan CUCI PIRING SENDIRI – SENDIRIIII!” teriakan Itachi sesaat, membuat keadaan menjadi hening,
“DENGER NGGAKKK? !” tanya Itachi sekali lagi dengan suara lantang.
“Denger.. pak!” jawab semua anggota genk biadab ini kemudian kembali makan dengan sopan.
‘Dasar! Mereka semua tuh KELEWAT RAME! Nyesel gua ngundang semuanya!’ batinnya Itachi cuman bisa gigit tai EKH, jari…
xXx(Fuun)xXx
Di Ruang Tamu pukul 08.00 pm
“Nonton pelem Horor nyok?” usul seorang bertampang bodoh a.k.a Deidara
“Mendingan maen PS Bolaa…! Abis itu, malemnya nonton FINAL Piala Dunia deh… Perancis Vs Itali neh!” ucap Pein semangat empatlima
“BOLA.. BOLA! Makan tuh BOLA di antara selangkangan kaki lo! Mendingan telenopela… Inayah dong!” balas Hidan si rambut klimis
“Inaya pelem perang yah?” tanya Kakuzu goblok
“Tsu, Tipi-nya keliatan lezat ya…”
“Ganti kuis aja kek!” balas Tsu nggak mau kalah
“Enak aja kuis! Mendingan liat film dunia dalem laut..!” usul Kisame sambil menggebrak Tipi Itachi yang sebesar 75 Inch
“Woi! Tipi gue RUSAK ntar!”
“Pelem berbie kutukan aja… seru tau…” ucap Sasori sambil membelay – belay rambut barbie-nya
“Tobi mau nontoon TELETUBIEESS! Hweeee…” ucapnya merengek sambil memamerkan seluruh koleksi DVD teletubiesnya yang berjumlah ratusan. *Author : nggak ngiri gua..*
“pokoknya pelem Horor!”
“BOLA!”
“Inayah!”
“Apaan seh Inayah?”
“Berbie nggak?”
“Kuis!”
“Makan tuh Tipi!”
“Minggir lu Ze!”
“Seseorang..! tolong kasi tau gua apa itu INAYAH! Oi!”
“Tobi mau tidur aja deh klo gini!”
“BACCOOOOOOOT!” Itachi yang kesel, melempar remot tipi-nya kelaut.
“Biar gua yang nentuin!” teriaknya lagi sambil mengganti chanel Tipi
-Click!-
Itachi menyalakan DVDnya, menutup seluruh gorden rumah dan mematikan lampu…
Jererererengg…
“HAH?” teriak Deidara histeris.
“…..” Sasori
“Inayah ya? Ato pelem perang?” tanya Kakuzu makin goblok
“Apaan neh? Bolanya gimana?”
“Ha?” Kisame
“Tipi-nya boleh gua makan nggak?” Ze
“Arrrgh! KUISSS kek!” Tsu
“Mendingan gue dengerin orang gila nyanyi!” Hidan
“WAAHH OVJ! KYAAAAAA! SULEE!” tiba – tiba terdengar teriakan histeris Konan yang baru balik dari WC
“YEEAAAAAAHHH! LO TAU OVJ JUGA NAN!” tanya Itachi semangat.
“HE EH! GOKIL COOOY” jawab Konan heboh.
“HHAAAAAHHHHHH?” semua member Akatsuki cengok ngedengerin Konan sama Itachi jejeritan.
Akhirnya yang menikmati film cuman Itachi sama Konan…
“Sakit Jiwa lu berdua!” teriak Kisame sambil mengeluarkan kartu remi, “Oy, maen kartu aja yok! Sambil nungguin Itachi ama Konan kelar nonton..”
“Ossh!” sambut mereka.
Baru 5 menit maen,
“Ambil kartunya nyet!” ucap Deidara sewot ama Hidan
“….”
“WOI!”
“Ee.. Ehh.. gua udahan ya maennya…”
“Napa lu?” tanya Kisame.
Hidan nggak menjawab. matanya merhatiin layar tipi OVJ sejak tadi. Karena merasa tertarik dengan OVJ, akhirnya Hidan memutuskan untuk nonton bareng Itachi en Konan.
Pemain kartu BERKURANG.
“Ahaha…! Kakuzu kalah.. Kocok! Kocok!” ucap Kisame sambil menabok punggung Kakuzu
“Sakit bego..” balasnya sambil mengocok kartu
“Sasori! Ayo maen lagi…”
“Nggak ah Dei..” ucap Sasori sambil memasang Earphone ke telinganya
“Yaah.. dia malah dengerin musik… Lagu apa yang lu dengerin tuh?” Deidara mencopot satu earphone di telinga Sasori.
“HAH? Ga ada suaranya neh…” Deidara melihat Sasori yang ternyata lagi anteng nongkrong di depan Tipi.
“Yeee! Bilang aja mau nonton OVJ! Nggak usah belagak denger Lagu lu!”
Pemain Kartu BERKURANG lagi.
xXx(Fuun)xXx
“Aarrgh! Bosen gua maen kartu mulu! Jam berapa sekarang?” tanya Ze mati kutu
“Sepuluh… napa?” ucap Kisame yang masih asik maen kartu “Empat satu! Ahahaha! Gua menang lagii!”
“Bentar lagi pertandingan Itali vs Perancis mulai!” Pein mulai jejeritan. Tapi nggak ada yang peduli.
“KHhhhh!” Kakuzu cuman ngedumel, gara – gara kalah terus
“Gua udahan lah…” ucap Tsu pelan tapi rada kesel
“Halah! Mentang – mentang kalah lu udahan!” Kisame sewot
“Ya udah, nonton Bola bareng gue nyok?” Pein nyela pembicaraan.
“Bola mulu lu…BOSEN!” teriak Ze,Tsu,Deidara,Kisame,dan Kakuzu berbarengan.
“Hhhmph” Pein memutar otak. Mencari cara supaya bisa maksain temen – temennya nonton bola bareng dia *nonton bola sendirian mah merana*
Hingga akhirnya ia memutuskan….
“Mau taruhan gak? Lu pegang siapa?” Pein memulai nego
“TARUHAN?” mata Kakuzu langsung Ijo
“Perancis!” teriak Deidara
“Perancis juga!” teriak Tsu. Dan semuanya termasuk Pein setuja sama Perancis, kecuali Kakuzu yang samasekali kurang ngerti sama Bola, berteriak dengan lantangnya….
“ITALI!”
“Okeeh! Mau berapa – berapa neeh?”
“Seribu!” teriak Kakuzu si kikir
“MATI AJA LU! Dua rebu!” teriak Hidan yang kurang suka taruhan
“Dua rebu lagee…! Taruhan Aja sono ama anak TK! Satu juta DONK!” teriak Ze, sementara Tsu hanya ngangguk.
“LU MINTA DIGEBUKIN? Sepuluh rebu dah!” tawar Pein
“Beuuh… mendingan gua beli Risol! Goceng kek!” ucap Kakuzu *entah kenapa taruhannya malah jadi tawar menawar*
“Yaudah goceng! Puas lu?” akhirnya Pein setuju
“Berisik lo semua! Taruhan goceng aja RIBUT! HUU! Gua nggak konsen neh Nonton OVJ nya!” Itachi sewot.
“Gantian lo berempat! (Itachi,Konan,Hidan,Sasori) Kita pada mau liat bola! Piala dunia Itali VS Ee.. ee PSSI ya?” tanya Kakuzu bego
“Ya PSSI! Gila Lu PSSI masuk Piala dunia! FINAL LAGI? Mimpi mulu lu HIDUP! PERANCIS dodol! P-E-R-A-N-C-I-S!” jawab Pein si bola en pierching maniak sewot.
“Ya lah terserah lu..” Kakuzu pengen banget nonjok muka besinya Pein
OVJ Off, Piala Dunia ON
“HOREEEEEE!” teriak Pein heboh saat pembukaan Final Piala Dunia Itali Vs France, sementara yang laennya cuman ngedumel-ria, berharap pertandingannya cepat selesai agar mereka bisa mengetahui hasilnya.
30 Menit berlalu…
“Kapan selesainya seh..? gua mulai ngantuk nih..” mata Kakuzu mulai ajep – ajep, tapi dia nggak rela ketiduran karna takut dikibulin ama Pein nanti *bego banget.. pdhal kn bisa liat dikoran*
“Lu kayak nggak pernah nonton bola aja… bisa ampe pagi neeh!”
“APAAA? ! ! !” Kakuzu and the genk pada tereak
“Biasa aja kale!” Pein bingung, dan nggak sadar kalo pikirannya yang menyangka bahwa kawan – kawannya nggak pernah nonton Piala Dunia itu BENER
Saat ini pukul 03.00 am
*Author : Perancis Vs Itali tuh piala dunia tahun 2006, selesainya ampe subuh… gw ketiduran lg disaat – saat terakhir ck!*
“Liat neh….!” ujar Pein disela – sela pertandingan
“…..”
“Waaaa! Nyariis gol! SIAL” mulai Menikmati jalannya pertandingan
“…..”
“OI! Sepi amat sih?” baru nyadar kalo cuman dia doank yang dari tadi tereak – tereak kayak monyet di ragunan.
“HAH? Udah pada MOLOR SEMUA?” Pain yang melihat temen – temennya pada ngegeletak di lantai kayak korban gizi buruk, langsung nabokin muka mereka semua *termasuk si tuan rumah* pake tongkat besbolnya Tobi. Namun sayang, hasilnya gagal…
“KHHHHhh…. WOY NONTOON DOOONNNK! ! ! !” Pain yang kesel, akhirnya berteriak.. namun parahnya, sang kawan pada nggak bangun a.k.a BUDEKnya udah keterlaluan!
Akhirnya Pein nonton pertandingan Final tersebut sendirian.. dan siapa pemenangnya? Yap, Itali-lah yang menang… *saia nggak mau menjelaskan secara detail, karna mungkin disini jarang yang suka nonton bola sepertinya*
Paginya,
“Sapa yang menang?” tanya Kakuzu yang udah ngebet pengen boker *pengen boker mah ke WC aja* maksudnya pengen tau hasilnya.
“Huh… taulah…! Gara – gara lu semua pada molor, gua males TARUHAN! Lupain aja!” Pein ngambek, padahal alasannya ngebatalin taruhan karna negara yang dipegang dia kalah…
“Gue punya stiker OVJ nehh! Eh,. liburan nanti hunting DVD OVJ nyook!” ajak Konan ke Itachi
“BOLEH BOLEH! Gue juga punya posternya banyak, mau Tukeran nggak?” seru Itachi yang masi heboh
“MAUUU!”
“Mau pinjem kaset Teletubies Tobi nggaak?”
“NGGAK! Najis! Emanknya gua anak SMA apaan nonton Teletubies!” teriak Kisame yang ditawarin DVD
“Udah nggak ada yang ketinggalan lagi kan?” Sasori
“Nggak ada… pulang neh?” Deidara
“NGGAK! Gue mau ajak loe ke Afrika dulu buat nganterin gue numpang pipis!”
“Ha?” Deidara bingung, sepertinya terserang penyakit IQ jongkok
” YAEYALAH PULANG GILA!” baru pertama kali Sasori sewot
“Tsu, gue mimpi makan Tipi-nya si Itachi… Enak banget lho rasanya..” Ze
“Emank gue nanya gitu?” Tsu
“Huuuuuu!”
“KAPAN PULANGNYA NEH KLO LU SEMUA NGEMENK MULU?” Itachi sudah diambang batas
“Iyaaaaa ih… BYEEE~!” ucap mereka dadah – dadah gaje. Itachi malu diliatin ama tetangganya apalagi pas ditanya,
“Temennya dek?”
“Bukan, BABU saya..”
“Oh.…” tetangga Itachi hanya bisa ber Oh ria
‘Kaya banget ya keluarga Uchiha sampe – sampe punya pembantu 10…. Ckckck’
OWARI~
Author’s Note : Sorry Kalau terkesan garing bin jayus… Huhu!
My Name is. . .
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : Typo, OOC, a bit weird becoz it’s my Old Fic xDD
Genre : Romance/Hurt
Title : Namaku/My Name is. . .
ENJOY READING~!
xXx(Fuun)xXx
Namaku…. Adalah…
Pagi ini, pelajaran Iruka-sensei tentang Biologi… ‘Huh… membosankan sekali… cepatlah istirahat….! Cepatlah…!’ ujarku dalam batin sambil mencoba menahan kelopak mataku yang nyariiis menutup. Tapi usahaku gagal… dan akupun tertidur di kelas…
“Oi… Naruto…” seseorang memanggilku
“ng….” Jawabku setenga sadar
“Naruto…” dia memanggil lagi, tapi aku merasa ngantuk sekali hingga aku mengabaikan suara itu
“….”
“HOOII! UZUMAKIII NARUTOOOO!” Teriaknya Kasar sambil memukul meja, membuatku kaget dan jatuh dari kursi! Semua temenku tertawa keras.. tapi aku tak peduli… ‘Huh.. guru iruka reseh….’ Batinku kesal…
“apa – apaan kamu? Tidak menghormatiku mengajar hah? Cepat maju kedepan! Kerjakan soal nomor dua…!” Bentaknya kepadaku
“Hhhnn…. Iya….” Jawabku sambil maju kedepan dan mengambil spidol papan tulis. ‘gawat! Aku sama sekali gak ngerti’ pikirku dalam hati setelah memeperhatikan soal yang diberi guru Iruka. Tanganku nggak bergerak, sama sekali nggak menulis apapun di papan.
“ayo cepat kerjakan…!” suara guru Iruka kembali terdengar
“Eee.. anuu pak… nggak ngerti….” Jawabku agak malu
“Sudah kuduga…. Dasar kau…!” Ucap guru Iruka, kemudian meneruskan ceramahnya yang panjang dengan kalimat – kalimat yang menyebalkan… hari itu, aku dimarahin guru Iruka habis – habisan… ‘Haah… payah.. sudah jatuh, tertimpa tangga pula…’
Tapi akhirnya, bel istirahatpun berbunyi…. Aku langsung ke kantin secepat kilat, menghabiskan makananku lalu pergi ke tempat biasa… tempat dimana aku dapat tidur – tiduran sepuasnya. Di atap sekolah ini… tapi, kali ini aku melihat sesuatu yang berbeda disana… ada seorang cewek berambut biru panjang… aku samasekali belum pernah melihatnya… ia membalikkan badan, sepertinya menyadari kehadiranku.. dan ia tersenyum… ‘waah… manis banget…. Tapi siapa yaa? Aku belum pernah ngeliat dia sebelumnya?’ pikirku penasaran.
“siapa kamu?” tanyaku heran. Tapi, ia hanya menjawabnya dengan senyuman.. “Naruto-kun lapar? A…aku bawa bekal lebih hari ini…”kata cewek polos itu dengan lembut.
“hah? Kamu… tau dari siapa namaku?” tanyaku penasaran
“naruto-kun kan…. Terkenal…” jawabnya sambil tertawa kecil… “aaah… silahkan dimakan… be..bekalnya” tambah cewek itu
“waah! makasih!” jawabku spontan, sambil cengengesan dan mendekatinya begitu saja. Baru kali ini aku di atap makan bekal bersama perempuan… dia bener – bener tipe perempuan ideal… aku kagum padanya, secara fisik dan keseluruhan sifat.. sejak saat ini, setiap hari aku selalu menghabiskan waktu bersamanya di atas atap sekolah saat istirahat.. aku makan bekal bersama, ngobrol, ketawa…. Cewek ini meski agak pendiam, tapi orangnya baik dan menyenangkan. Aku pernah menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, tapi aku hanya bisa mengantarnya sampai di persimpangan jalan saja.
“maaf, kau… sampai disini saja mengantarku…” ucap cewek itu.
“ah… ga apa – apa… aku antar sampai rumah aja ya… aku nggak keberatan kok..” jawabku tersenyum
“tidak usah… maaf… su..sudah merepotkanmu…” jawabnya sambil berlari
“eh.. tunggu!” teriakku tapi, dia sudah terlanjur jauh. Meskipun aku sudah sering bareng bersamanya, tapi aku nggak pernah tau siapa namanya… dia nggak pernah mau menjawab tiap kali aku tanya siapa dia..
Dikelas, sepertinya Kiba menyadari kalau aku sedang senang…
“Lagi jatuh cinta ya?” tanyanya dengan nada mengejek. Huh, Kiba.. temenku yang paling menyusahkan diantara yang lain…
“Dasar! Eh… kau tahu tidak, di sekolah ini ada cewek rambut biru panjang… cantik banget… bahkan lebih cantik dari Sakura-chan… kau tau nggak siapa namanya?” tanyaku menggebu – gebu pada Kiba
“di sekolah ini? Cewek rambut biru panjang? Emank ada ya?” Kiba malah berbalik nanya padaku.
“Ga percaya? Ntar aku kasih tau… dia suka ada di atap sekolah setiap jam istirahat… aku ketemu dia disitu..”
“yaudah…” jawab Kiba singkat
Setelah jam istirahat tiba, aku membawa Kiba ke atas atap sekolah,tapi… cewek itu nggak ada. ‘Aneh..’pikirku dalam hati. Otomatis, Kiba mencap ku sebagai pembohong…
“aku nggak bohong… aku beneran sering bareng sama dia disini…” aku berlari kebawah… mencari cewek itu disetiap kelas… satu persatu kelas kulewati.. tapi cewek itu tetep nggak ada.. ‘Hhmm… mungkin, hari ini dia nggak masuk…pokoknya, akan kutunjukkan pda kiba kalau cewek itu bener – bener ada!’ pikirku dalam hati.
Keesokan harinya. Cuaca agak buruk. Hujan turun dari langit, angin bertiup agak kencang… dinginnya udara pagi itu… sampai waktu istirahatpun, hujan masih belum reda.. selesai makan aku nggak bisa ke atap seperti biasa karna hujan, makanya aku langsung ke kelas.. betapa sialnya, aku ketemu sama guru Kakashi… dia menyuruhku mengambil alat – alat praktek kimia di gudang sekolah… ‘huh… apa boleh buat’ keluhku sambil berjalan menuju gudang. Setelah sampai, didepan pintu gudang kudengar suara seorang cewek menangis meminta tolong… aku kaget, cepat – cepat aku memasukkan kunci ke lubang kunci lalu kuputar gagang pintunya, ternyata orang yang ada didalam itu si cewek berambut biru..! dia menangis sambil memeluk lututnya… ‘kenapa ada cewek itu disini?’ pikir ku heran.
“kamu nggak apa – apa?” tanyaku agak khawatir, melihat tubuhnya yang gemetaran.. seperti ketakutan
“Aaa…ah… Na..naru..to-kun.. Nnggak.. nggak.. a..apa – apa..” jawabnya gugup ketika melihatku sambil menitikan air mata..
“sudah.. jangan nangis lagi… kamu, terkunci digudang?” tanyaku lagi sambil mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. Dia meraih tanganku, dan tiba – tiba memelukku! Dia menangis di dekapanku…
“sudahlah… sudah… sudah tidak apa – apa….” Aku terus ia terus menangis terisak isak.
“na..naruto” tiba – tiba ia memanggilku
“ada apa?” sahutku sambil melepaskan wajahnya dari dekapanku
“Lusa… aku harus pergi jauh… kemungkinan…. Kita…. tidak bisa ketemu lagi… aku.. aku tidak mau pisah dengan Naruto-kun!” matanya berair memandangku dengan sedih
“tidak apa – apa… aku akan terus menelpon mu… dengan begitu, meskipun kita nggak bisa ketemu, tapi seenggaknya.. kita masih bisa berkomunikasi kan? Nah..berikan nomormu padaku..”
Untuk sesaat dia diam membatu… kelihatannya seperti bingung. Namun akhirnya, dia menuliskan nomornya dikertas selembar, “I..ini…” ucapnya sambil memberikan kertas itu
“Emm.. baiklah… sebelum kau pergi, bagaimana kalau besok kita jalan ke taman bermain? Supaya kamu nggak sedih lagi..” ajakku padanya. Dia tersenyum, wajahnya memerah… “i..iya… tentu…” jawabnya senang. Kemudian dia pergi, “sampai jumpa… Naruto-kun”
“Ya…” jawabku tersenyum
Setelah cewek itu keluar dari ruangan, aku cepat – cepat membongkar gudang, mencari peralatan Kimia yang diminta guru Kakashi. Lalu bergegas ke tempat dimana guru berada..
“kenapa lama sekali?” tanya guru Kakashi sambil mengambil peralatan kimia yang kubawa
“tadi ada anak perempuan kekunci di dalam gudang.. jadi, aku harus nenangin dia dulu sampe berenti nangis…” jawabku polos
“ah… mana masa sih?” tanya guru Kakashi yang sepertinya nggak percaya
“huh… aku nggak BOHONG tauu….” Jawabku kesal kemudian pergi begitu aja…
‘sudah cukup! Akan kutunjukkan kalau aku tuh ga bohong… kalau sebenernya emang ada anak perempuan berambut biru panjang yang menjadi temanku… akan kutunjukan pada Kiba Dan yang lainnya….’ Batinku panas, aku capek dianggap pembohong…
Besok siang, sekitar jam sepuluh aku menunggu cewek itu di taman kota… ‘lamanya cewek itu…’ pikirku sambil mencoba untuk menelponnya.. bodohnya, lagi – lagi aku lupa menanyakan siapa namanya. Alhasil di HP-ku, kusimpan nomornya dengan nama ‘rambut biru’ rasanya aneh juga… tapi apa boleh buat, aku nggak tau namanya….
Tuut.. Tuut.. Tuut..
Akhirnya, nomornya bisa dihubungi…
“Haloo…” ucapku begitu telponnya diangkat. Tiba – tiba saja, didepanku… sekitar 5 meter jauhnya, cewek itu datang sambil mengucapkan ‘Hallo juga’ di teleponnya… wajahku berseri – seri, aku tersenyum lebar, melambaikan tanganku dan belari kecil menghampirinya…
“maaf telah… membuatmu… me..menunggu..” ucapnya malu – malu
“tak apa! Ayo kita pergi..!” ajakku tersenyum sambil menarik tangannya. Berlarian di tengah terik matahari.
Kami bersenang – senang… menikmati segala macam wahana yang ada ditaman bermain, aku juga memberikannya boneka yang kudapat dari sebuah permainan. Dia tersenyum, bahkan tertawa bahagia… aku turut bersyukur kalau sekarang ia bisa ceria kembali… setelah lelah bermain, kami beristirahat di sebuah taman dan makan bekal yang dibawanya…
“Boleh aku bermain kerumahmu?” tanyaku tiba – tiba sehingga membuatnya agak kaget…
“Mmm…Eee…ee.. Bo..boleh… aku tinggal serumah dengan Neji…” jawabnya gugup
“Neji? Kalian bersaudara? Pantas.. rasanya… wajahmu terlihat agak mirip dengannya… meskipun, si Neji itu terlihat menyebalkan…” kataku sambil melahap sandwich buatannya yang lezat. Dia tertawa mendengar omonganku… ” sebelum… aku pergi besok… datang saja ke..kerumah ku…”
“pasti! Aku akan bawa oleh – oleh untuk kenang – kenangan… kau harus menyimpannya…” ucapku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Mukanya memerah, mengangguk setuju… manis sekali…
Langit sudah sore, kami lagi – lagi berpisah di persimpangan.. padahal aku ngotot, ingin mengantarnya pulang.. tapi tetap saja, ia tidak mau kuantar dengan alasan ‘tidak usah repot – repot mengantar’ atau ‘aku bisa pulang sendiri.. jangan khawatir’
“tunggu! Namamu…! Sampai sekarang aku belum tahu..!” aku setenga teriak ketika ia mau berjalan pulang kerumahnya. Ia berbalik badan, dan tersenyum… “Hinata… Hyuuga Hinata…!” ucapnya sambil melambaikan tangan kemudian pergi. Wajahnya terlihat semakin berseri – seri. Dia terlihat lebih baik sekarang. Aku senang… sampai – sampai, secara tidak sadar aku malah Menyukainya…
Esoknya, aku berangkat sekolah dengan semangat… aku tahu, hari ini hari dimana ia akan pergi. Dia tidak mengatakan akan pergi kemana, tapi aku tahu… tempat itu pasti jauuuuh sekali..
“PAGIII!” teriakku semangat. Teman – teman semuanya menoleh padaku…
“ya ampuun… pagi – pagi semangat sekali sih naruto…” Kiba, orang pertama yang komentar kepadaku
“hehe… coba lihat ini…! Bagus nggak?” tanyaku kepada Kiba untuk meminta pendapat darinya…
“sejak kapan kamu suka sama boneka Naruto? Pink lagi? Jangan – jangan…..”
“sembarangan! Ini buat orang yang aku sukai! Hinata~” Jawabku mantap
“Hinata? Siapa?” Tanya Kiba yang nggak tahu siapa orang yang kumaksud
“Hinata… adiknya Neji… emang kau nggak tau?”
“Nggak tau tuh… emang adiknya Neji sekolah disini?” Ucap Kiba
“Err… kalo nggak percaya kita ke kelas Neji sekarang”
Naruto dan Kiba pergi ke kelasnya Neji. Tapi KEBETULAN banget, hari ini Neji nggak masuk..
“sebenernya Hinata itu kayak gimana sih orangnya?” tanya Kiba saat kami hendak balik ke kelas
“Nih fotonya kalo nggak percaya!” ucapku kesal sambil menunjukkan foto Hinata di ponselku yang kuambil saat kami berdua jalan – jalan kemarin…
…
…..
Untuk beberapa saat Kiba memandangi fotoku dan Hinata dengan muka bodohnya…
“Mana? Ini sih foto kamu doang…” Ucap Kiba yang barusan membuatku KAGET setenga mati… jelas – jelas foto Hinata ada di ponselku.. aku bisa melihatnya.. ‘mungkin Kiba becanda’ pikirku waktu itu.. tapi, Kiba tetep aja ngotot dan bilang kalo dia beneran ga bisa liat..
“Cukup becandanya! Ayo ikut aku kerumahnya sepulang sekolah Nanti…!” ucapku semakin Geram
Hingga Tiba waktunya pulang sekolah, cepat – cepat aku menarik Kiba hingga sampai dirumahnya Hinata. Aku menekan bel yang ada di samping gerbang rumahnya…
TING TONG TING TONG!
Pintu rumahnya dibuka, ternyata Neji yang membukakan pintu. Dia menyuruh kami masuk…
“ada perlu apa kemari?” tanya Neji sambil meletakkan dua gelas teh untuk kami
“aku ada perlu dengan Hinata… katanya dia mau pergi hari ini, makanya aku datang kesini untuk mengucapkan selamat jalan… ini.. aku juga bawa hadiah untuk kenang – kenangan…” jawabku panjang
Neji tidak menjawab pernyataanku.. ia diam saja, hingga kemudian wajahnya berubah menjadi sedih dan itu cukup untuk membuatku terkejut…!
“Kamu ini ngomong apa? Mana mungkin kamu punya urusan kepada Hinata?” tiba – tiba Neji membentakku… aku Kaget setengah mati
“Tentu aja ada! Untuk apa aku capek – capek datang kemari..! kemarin lusa, aku melihat Hinata menangis di sekolah… katanya, hari ini ia akan pergi jauh… dia bilang, dia nggak…”
“Mustahil kamu bisa bertemu dengan Hinata! Dia udah nggak ada lagi di dunia Ini!” Teriak Neji memotong pembicaraanku yang belum selesai. Aku Kaget, shock! Aku menganggap, Neji dan Kiba saat ini sedang mempermainkanku..
“BOHONNG! Untuk apa kalian semua membohongiku? Hinata memberikan nomornya padaku!” ucapku sambil memperlihatkan Nomor hinata yang ada di ponselku, “Kemarin aku juga sempat jalan – jalan…! nih kalo nggak percaya…! Ini buktinya..!” teriakku lagi sambil memperlihatkan foto – foto Hinata di Hpku.
“Mana foto Hinata?” Neji menjeritkan kata – kata yang sama seperti Kiba, aku ngamuk, kesel, “BODOH? MATAMU KEMANA? INI ada…..!” aku membalikkan layar HP ke arah mukaku.. dan kulihat foto tersebut, “?” Aku kaget setengah mati, foto Hinata yang kuambil saat jalan – jalan kemarin nggak ada! Cuman ada fotoku di situ… “mana fotonya? Kenapa cuman aku saja? Padahal kemarin aku foto berdua dengannya?”
“Ngaco! Sudah kubilang berkali – kali…! HINATA sudah MENINGGAL 3 Tahun yang lalu!” Neji menggenggam kerah bajuku, “Hari ini… hari peringatan meninggalnya Hinata!” ucap Neji yang membuatku semakin ga Percaya…
“MUSTAHIL! Tapi aku bertemu dengannya…! Hinata bahkan sekolah…! Kami berdua…. bersama…. Hsssk…” Aku menangis… air mataku tumpah… “Tidak mungkin….. hssk… HINATA!” aku tidak dapat menahan perasaan ini… aku… aku belum bilang kalau aku Menyukainya… ‘kalau Hinata sudah meninggal 3 tahun yang lalu, mengapa aku bisa bertemu dengannya? Mengapa?’ aku panik.. tidak tahu harus berbuat apa.. Neji dan Kiba sepertinya memandangku dengan khawatir. Sesaat aku dapat ide. Kucoba menelpon Hinata…. Namun,
‘maaf… nomor yang anda panggil tidak dapat kami hubungi… ‘
Kubanting HP-ku.. aku frustasi.. emosiku tidak dapat tertahan lagi, “Ne… Neji… apa benar…. Hinata…. Su..sudah… meninggal…?”
“… iya…. naruto….” Jawab Neji dengan suara yang pelan… Kiba menghampiriku, mencoba untuk menghibur.. tak beberapa lama kemudian, Neji datang membawa sebuah foto, “ini… foto Hinata…” menyodorkannya padaku… “iya…. Hssk! Ini HINATA! HUWAAAAA!” Aku menjerit keras… sesaat, dunia ini terasa berhenti berputar… dan gelap….
Langit mendung… awan hitam, pikiranku kosong, disudut kamar aku termenung memikirkan Hinata… Ternyata…. Tempat yang dituju Hinata tersebut…. memang benar – benar jauh…. Jauh, sampai tidak bisa kuhubungi…..
Owari~! (END)
CHAPTER 2
DESCLAIMER : Masashi Kishimoto
WARNING : OOC, Straight pair, no Hentai/Ecchi
GENRE : Mysterious/Romance/School Life/Crime
TITLE : the Same one
Chapter 2
X
xXx(Fuun)xXx
“Sudah siap?” pemuda bermata pucat itu sedang sibuk mengikat tali sepatunya. Kaos kakinya yang melorot, ditarik lagi. sementara gadis di sebelahnya sedang sibuk mengecek isi tas yang akan dibawanya ke sekolah.
“Ya, sudah” jawab Hinata sembari menenteng tas kotak merah miliknya itu. rok rempelnya berlambaian, Blazer birunya dikancingkan sampai kancing teratas. Penampilan Hinata terlihat rapi dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Pintunya sudah dikunci kan?”
“Ya..”
“kemarikan kuncinya” sembur Neji yang mengulurkan tangan. Hinata merogoh saku kemejanya, dan mengambil kunci perak yang bersemayam di dalamnya. Kemudian meletakkan kunci tersebut ditangan pucat milik sepupunya.
“Oh iya, nomor ponselmu berapa? Nanti kalau ada apa-apa bisa kuhubungi” kali ini tangannya meminta sebuah HP dari Hinata. Ponsel berbentuk ‘Clam Shell’ dengan gantungan berinisial ‘H’ berwarna ungu dikeluarkan oleh Hinata dari dalam tasnya. Neji mengambilnya, dan mengetikkan beberapa huruf dalam jangka waktu yang sangat singkat.
“Sudah… nih..” Neji mengembalikan ponsel Hinata yang sempat diutak-atik olehnya.
Jam menunjukkan pukul 06.42 AM
Hinata dan Neji sudah berada di dalam kereta. Seperti kereta-kereta pada umumnya, suasana yang riuh dan kondisi yang berdesak-desakkan membuat alat transportasi tersebut cukup rawan dengan aksi pencopetan dan pelecehan. Seorang pria berkisar 37 tahunan mendekat ke Hinata yang sedang berdiri dan bergantung karena nggak kebagian tempat duduk. Neji yang menyadari kalau sepupunya sedang dijahili, langsung saja mengambil tindakan instan,
“Hinata, sini..” Neji menarik tangan sepupunya itu dan menjatuhkannya di bangku kereta yang kosong tepat disebelah seorang ibu-ibu yang membawa keranjang belanjaan. Saking polosnya Hinata, ia menatap wajah sepupu laki-lakinya itu dengan tatapan ‘kenapa’
“Duduk saja disitu… bahaya kalau bergelantungan, nanti kamu bisa jatuh” merasa ngerti dengan bahasa tubuh Hinata, Neji langsung menjawab demikian.
xXx(Fuun)xXx
Konoha Gakuen,
“Kuantar sampai sini saja… sana masuk ke ruang guru…” tukas pria berambut cokelat itu sambil mengetuk kepala Hinata pelan.
Mata gadis itu mengerjap-ngerjap. Tangan kanannya meraih knop pintu emas dan memutarnya perlahan
Clek
“Permisi…” sebuah suara kecil dari Hinata mendapatkan sambutan yang besar dari para guru
“Oh, selamat datang! Kau murid baru dari keluarga Hyuuga ya?” seorang guru beralis tebal berteriak heboh sambil menjabat tangan Hinata
“Guy! Kau menakuti anak itu…!” seorang perempuan berambut gelombang datang menghampiri dan menarik Hinata ke tempatnya, “Saya Kurenai, pembimbing kelas XI 2.kamu… Hmm..” Kurenai membolak-balikkan berkas-berkas yang ada di mejanya, “Ah, Hinata. kelasmu bersama pak Hatake, mari saya antar” ucap guru itu lembut seraya mengajak Hinata pergi ke kelas X 1
“Baik…” mereka berdua berjalan melewati koridor yang masih dipenuhi oleh para murid. Beberapa anak berbisik, seperti membicarakan Hinata dari belakang. Ada yang memuji, iri, bahkan sampai dengki melihat Hinata.
“Psst… dari Hyuuga tuh. Pasti kelas X 1. Huh…” salah satu pembicaraan tersebut ada yang tertangkap oleh telinga Hinata dengan jelas. ‘Memangnya kenapa kalau X 1?’ batinnya berdesis heran.
“Yak, ini dia. Kamu tunggu sebentar ya. biar saya yang masuk dan memberitahu pak Hatake…” ucap Kurenai sensei yang disambut dengan anggukan kepala dari Hinata. Sekarang, Hinata hanya tinggal menunggu. tak lama kemudian, Kurenai sensei keluar dan menyuruh Hinata masuk kedalam. Sepertinya khusus kelas X 1, pelajaran berlangsung lebih awal dari kelas-kelas yang lainnya.
“Terimakasih, sensei..”
“Ya, sama-sama..” guru itu pergi dengan meninggalkan sedetik senyuman.
Tanpa basa basi, Hinata langsung memutar knop pintu kelasnya dan disambut dengan puluhan pasang mata yang tertuju ke arahnya.
“Yak? Hyuuga? silahkan perkenalkan dirimu di depan kelas…” seorang guru bermasker yang dapat diketahui bernama Kakashi Hatake itu langsung menyambut Hinata.
“Hyuuga Hinata, salam kenal” tukasnya singkat.
“Oke, kursimu… Hmm..” kali ini Kakashi membuka buku absen, “ah, disebelah Uchiha…” seruan Kakashi mendapat respon yang cukup brutal di kelas khususnya dari pihak perempuan.
“APA! Sensei nggak adil! Uchiha nggak boleh sebangku dengan perempuan!” teriakan dan protes-protes yang kuat itu langsung disanggah oleh Kakashi.
“Ini kelas saya, terserah saya mau membuat Sasuke sebangku dengan perempuan atau laki-laki..” pandangan guru bermasker itu membuat para muridnya langsung membisu dalam sekejap, “Nah Hinata, silahkan duduk..” sambungnya yang mendadak ramah saat menghadapi Hinata
“Maaf sensei, yang bernama Uchiha itu yang mana?” suara Hinata membuat anak-anak perempuan lagi-lagi membuka suaranya.
“Heh idiot! Uchiha saja kau tak tahu! Dari desa mana sih kamu..! bodoh!”
“Memangnya TV mu kemana hah? Uchiha saja nggak kenal!”
“Kau sedang bergurau?! Candaanmu itu samasekali nggak lucu aneh!”
Suasana kelas yang semakin memanas membuat bocah yang merasa diomongi itu menjadi gerah. Sontak, Uchiha Sasuke yang dimaksud itu langsung membuka suaranya, “Kalian semua berisik! Sensei, tak bisakah kita lanjutkan pelajarannya…?”
“Oh, tentu Sasuke. Kita lanjutkan. Nah Hinata, Uchiha Sasuke itu dia… silahkan duduk” ucap Kakashi seraya menunjuk si bocah Uchiha yang bersuara tadi.
“Terimakasih sensei” Hinata agak malas dengan kondisi kelas barunya. Sepertinya, ia takkan bisa hidup disekolah dengan tenang.
xXx(Fuun)xXx
Waktu istirahat pun tiba. Hinata memutuskan untuk makan bekal yang dibawanya di dalam kelas sendirian. Sendirian, kesepian, kondisi seperti ini tidak pernah lepas dari Hinata sejak dulu ketika ia masih bersekolah di Village sampai sekarang di center. Meskipun begitu, semakin lama Hinata semakin kebal menjadi tipikal manusia yang selalu menyendiri. Tapi, bukan berarti dia nggak benci hidup seperti ini.
“Hyuuga?” suara seseorang mengagetkan Hinata dari ambang pintu kelas
“Uh.. kau, Uchiha?” balas cewek polos ini yang sedang mengingat keras apa nama depan si bocah Uchiha itu.
“Sasuke saja…” sambut cowok berambut aneh itu sambil berjalan mendekati Hinata. Well, di kelas saat itu hanya ada mereka berdua. beruntung Hinata, karena tidak ada siapa-siapa, kali ini ia lolos dari cacian dan aksi keroyok massa oleh kawan-kawan perempuannya karena masalah kecil ini.
“Makan?” Hinata mencoba untuk bersikap baik kepada Sasuke. Ya, sudah lama ia tidak berinteraksi dengan teman sebaya dan seumuran dengannya, mungkin hal sepele seperti ini cukup merepotkan baginya.
“Makasih…” balas pemuda itu singkat sambil menggelengkan kepalanya. Sasuke beranjak ke tempat duduknya, dan tidur-tiduran di meja
‘Aneh’ pikir Hinata yang terlihat memperhatikan pola tingkahnya Sasuke. Ia seperti melihat… bayangannya sendiri.
“Kau… adiknya Neji ya?” suara bocah Uchiha itu lagi-lagi keluar. Hinata menjawabnya tanpa menengok ke arah Sasuke,
“Ya… kenapa? Kau kenal Neji?”
“Ya, jujur saja… aku membencinya…” seru pemuda berkulit pucat disamping Hinata itu jujur.
“Oh..” Hinata hanya meresponnya datar. Mau bagaimana lagi? ia bingung harus berekspresi seperti apa
“Tidak, yang tadi itu hanya bercanda… ekpresimu jangan polos begitu dong” kali ini bocah Uchiha berwajah lumayan itu tertawa. Hinata cuman bisa mengerutkan dahinya.
Suasana kembali tenang. Kelas masih sepi, para murid masih sibuk beradu nasib di Kantin. Hinata masih menikmati bekalnya, sementara Sasuke hanya tidur-tiduran di meja.
“Aneh… rasanya seperti melihat diriku sendiri…” ucapan cowok berambut hitam itu membuat Hinata setengah kaget. Bagaimana mungkin orang disampingnya ini bisa mengucapkan kalimat yang mirip dengan yang ada dipikirannya? Apakah mungkin Uchiha punya kemampuan super untuk membaca pikiran? bodoh.
“Hah? Apa yang kau bilang tadi?”
“Nothing. just Talkin’ with myself…” balas Sasuke sambil menenggelamkan wajahnya kembali kedalam pelukan diantara kedua lengannya, dalam arti lain, tidur lagi.
“Hhmm…” Hinata ikutan tidur di atas meja setelah selesai makan. Satu kata : membosankan. Tidak ada yang membuat Hinata tertarik disekolah ini. Bagaimana jika kehidupannya tidak berubah bahkan sama saja atau lebih buruk dari saat ia masih sekolah di Village?
To be Continue~!
Author’s Note : Uchiha Sasuke muncul! dia mungkin salah satu tokoh utama juga, termasuk Hinata dan Neji… kalo Naruto…? *Masi Mikir* haha..










Recent Comments